Pidie – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sigli, Muhammad, mengutuk keras aksi penyiraman air keras yang menimpa aktivis hak asasi manusia (HAM) sekaligus Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
Aksi tersebut dinilai sebagai bentuk kekerasan brutal yang tidak hanya melukai fisik korban, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi kebebasan sipil dan nilai-nilai demokrasi di Indonesia.
"Kami mengutuk keras serangan air keras terhadap saudara Andrie Yunus. Ini adalah tindakan keji dan tidak berperikemanusiaan yang mencederai rasa keadilan publik," ujar Muhammad dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/3/2026).
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam, sekitar pukul 23.37 WIB. Insiden berlangsung di kawasan Jalan Salemba I, Jakarta Pusat.
Saat itu, Andrie Yunus tengah dalam perjalanan pulang menggunakan sepeda motor. Ia diketahui baru saja menyelesaikan sesi rekaman podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).
Muhammad menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap HAM yang tidak dapat ditoleransi dalam negara hukum. Ia mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus ini secara profesional dan transparan.
"Penegakan hukum yang tegas sangat penting untuk memberikan efek jera, sekaligus menjamin perlindungan terhadap para aktivis dan pejuang HAM di Indonesia," tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa negara tidak boleh abai terhadap aksi kekerasan yang menyasar warga negara, terutama mereka yang vokal dalam menyuarakan keadilan.
Selain menuntut keadilan bagi korban, HMI Cabang Sigli mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menolak segala bentuk kekerasan dan tetap menjaga situasi keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).
"Kami berharap kasus ini segera terungkap, pelaku ditangkap, dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," pungkas Muhammad.
