KUALA LUMPUR – Rektor Universitas Deztron Indonesia, Prof Adjunct Dr Marniati, kembali meraih kehormatan internasional setelah dikukuhkan sebagai Profesor Adjunct di Open University Malaysia (OUM), salah satu institusi pendidikan tinggi terbuka terkemuka di Malaysia. Pengukuhan ini menegaskan pengakuan terhadap kapasitas akademik Prof Adjunct Dr Marniati dalam membangun jejaring pendidikan antarbangsa, sekaligus mengangkat nama Aceh dan Indonesia di forum pendidikan tinggi regional.
, Prof Adjunct Dr Marniati juga dikenal sebagai Ketua Yayasan Ubudiyah Indonesia, yang membawahi pengembangan Kampus Ubudiyah di Aceh. Peran gandanya sebagai akademisi, pemimpin yayasan, pengusaha, dan tokoh publik memperlihatkan keluasan kiprahnya dalam membangun ekosistem pendidikan dan pemberdayaan generasi muda di Aceh dan Indonesia.[5][6]
Pengangkatan kembali sebagai Profesor Adjunct di OUM diberikan atas kapasitas Prof Adjunct Dr Marniati dalam bidang akademik antarbangsa, terutama dalam membangun hubungan kerja sama pendidikan, memperluas jaringan kelembagaan, serta mendorong penguatan kolaborasi lintas negara. Sebagai Profesor Adjunct, ia diharapkan berperan aktif dalam penguatan pengajaran, pengembangan riset, pembinaan akademik, dan pembangunan kemitraan strategis antara OUM dengan institusi pendidikan mitra di Indonesia dan kawasan.
Prof Adjunct Dr Marniati menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan oleh OUM. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut merupakan kehormatan besar yang harus dibalas dengan kerja nyata dalam memperluas manfaat pendidikan, baik bagi OUM maupun bagi lembaga-lembaga pendidikan yang ia pimpin di Indonesia. Ia juga berharap pengalaman dan jejaring yang semakin luas dapat memberikan manfaat bagi semua peran yang ia emban, baik sebagai pengusaha, akademisi, politisi, maupun pemimpin yayasan.
Sebelumnya, Prof Adjunct Dr Marniati juga telah memperoleh kepercayaan akademik sebagai Profesor Adjunct di Universiti Malaysia Perlis (UniMAP), salah satu universitas negeri yang dikenal di Malaysia. Rangkaian pengakuan internasional ini menunjukkan bahwa kiprahnya telah diterima dengan baik oleh berbagai perguruan tinggi luar negeri dan menjadi bukti bahwa tokoh perempuan asal Aceh mampu berdiri sejajar di lingkungan akademik global.
Pengukuhan tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan dihadiri jajaran pimpinan tertinggi OUM. Hadir dalam acara itu President/Vice-Chancellor OUM, Prof Dato’ Dr Ahmad Izanee Awang, bersama para Naib Canselor atau Vice President OUM, yaitu Emeritus Prof Datuk Dr Mohd Tajudin Md Ninggal, Prof Datin Dr Santhi Raghavan, dan Prof Dr Yon Rosli Daud, serta Registrar OUM Prof Madya Dr Tuan Fatma Tuan Sulaiman. Turut hadir pula para dekan dan pimpinan akademik OUM yang memberikan penghormatan atas pengukuhan tersebut.[4]
Dalam rangkaian momen yang sama, turut hadir President dari Ho Chi Minh University, Vietnam, Mr. Lam, yang menambah bobot internasional acara tersebut sebagai forum pertemuan tokoh-tokoh pendidikan antarbangsa. Kehadiran Mr. Lam bersama para pimpinan universitas dari berbagai negara memperlihatkan bahwa pengukuhan Prof Adjunct Dr Marniati merupakan bagian dari diplomasi akademik yang mempertemukan berbagai kekuatan pendidikan di kawasan Asia.[4]
Hadir pula Pembina Yayasan Ubudiyah Indonesia, Bapak Dedi Zefrizal, yang dikenal sebagai tokoh utama di balik pengembangan Kampus Ubudiyah di Aceh. Kehadiran beliau menjadi penanda dukungan penuh dari jajaran yayasan terhadap kiprah internasional Prof Adjunct Dr Marniati dalam membawa nama lembaga pendidikan asal Aceh ke forum global.[5][6]
Pada rangkaian Majlis Konvokesyen ke-30 OUM tahun 2026, Prof Adjunct Dr Marniati juga memperoleh kehormatan untuk duduk sejajar dengan para petinggi universitas antarbangsa dalam acara wisuda yang melibatkan sekitar 7.000 lulusan. Momen ini menjadi simbol penting bahwa tokoh pendidikan dari Aceh dan Indonesia diterima secara baik, dihormati, dan diberi tempat terhormat dalam lingkungan akademik internasional.[8][4]
Pada kesempatan yang sama, OUM juga menandai momen penting melalui pengangkatan tokoh besar perbankan Malaysia, Tan Sri Azman Hashim sebagaii Chanselor Open universiti Malaysja . dalam jajaran pimpinan universitas. Tan Sri Azman Hashim dikenal luas sebagai figur utama di AmBank Group dengan rekam jejak panjang dalam kepemimpinan korporasi dan kontribusi pada dunia pendidikan dan ekonomi Malaysia. Bagi Prof Adjunct Dr Marniati, perjumpaan dengan tokoh seperti Tan Sri Azman Hashim memberi wawasan baru yang sangat berharga untuk memperkuat pengembangan bisnis da. akademik serta pendidikan tinggi di Indonesia.
Ke depan, Prof Adjunct Dr Marniati berharap amanah ini dapat membawa Universitas Deztron Indonesia semakin maju sebagai kampus yang unggul dalam kerja sama antarbangsa, penguatan riset, dan peningkatan prestasi mahasiswa. Dengan jejaring internasional yang terus berkembang, ia menegaskan tekad untuk menjadikan Deztron sebagai kampus yang benar-benar menjadi jendela dunia bagi generasi muda Indonesia, khususnya Aceh