Header Ads

Partai Demokrat Mengusung Kembali Ir.Nova Iriansyah MT Cagub Aceh

 Banda Aceh - ANN

Terkait dengan usulan Calon Gubernur (Cagub) Aceh pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh tahun 2022, DPD Partai Demokrat Aceh akan mengusung kader sendiri.

"Rekomendasi Rakerda hari ini adalah kader, dalam Pilkada mendatang ingin usung kader sendiri, namun kalau ada kemungkinan lain tentu tidak tertutup kemungkinan bisa muncul kader lain. Pasalnya, porsi penetapan ini sekarang sebagian besar ada di DPP dan mensyaratkan survei sebagai mekanismenya yang penting sehingga baru diputuskan cagub dari partai demokrat," kata Ketua DPD Partai Demokrat Aceh Ir Nova Iriansyah MT dalam konferensi Pers usai Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dikantor DPD Partai Demokrat Aceh, Lueng Bata, Banda Aceh, Sabtu (12/12/2020).

Ia mengatakan, pada dasarnya Partai Demokrat Aceh ingin mengusung kader sendiri, tapi konstitusi Partai terbaru hasil kongres 2020, bahwa mekanisme ini sekarang lebih mutlak berada di DPP, yang ada nanti rekomendasi dari DPD dan DPC kemudian diputuskan oleh DPP.

Katanya, Mekanisme pengusulan Cagub tahun 2022 hampir sama dengan Konstitusi yang lama hanya saja posisi DPC dan DPD konstitusinya lebih besar, kalau sekarang konstitusi DPP nya lebih besar dengan segenap mekanisme termasuk mewajibkan dilakukan survey. 

"Siapapun yang mengusulkan seseorang untuk Cagub itu harus melalui mekanisme survey. Kemudian mekanisme pengusulan dari bawah itu normatif," terang Nova

Fakta lain, kata Nova bahwa demokrat, modalnya hanya 10 kursi di DPRA, sedangkan yang dibutuhkan adalah 13 kursi, karena hal tersebut sebuah keniscayaan kita harus berkomunikasi dengan rekan kita partai lain karena masih butuh tiga dukungan kursi lagi.

“Karenanya kita tidak bisa memutuskan Secara final apakah kemudian cagub demokrat cawagub partai lain, tidak bisa diputuskan dalam forum ini secara final,” tuturnya.

Nova Iriansyah yang saat ini menjabat Gubernur Aceh, menegaskan bahwa Partai Demokrat Aceh siap membangun komunikasi politik dengan semua Partai Politik, tokoh masyarakat, Teungku-teungku, dan alim ulama, tokoh-tokoh daerah dan tokoh nasional terkait Pilkada 2022.

“Demokrat Aceh membuka pintu kepada semua bakal calon kepala daerah, termasuk dari luar Partai Demokrat untuk berkomunikasi terkait Pilkada 2022," katanya.

Saat ditanya, tentang keinginan dirinya untuk kembali mencalonkan diri sebagai Cagub pada pilkada 2022, Nova mengatakan keinginannya itu relatif 50:50, karena kultur partai Demokrat.

Kader yang masuk pemantauan akan dipanggil dulu ke DPP, dicek Curiculum Vitae (CV) nya, hasil survey nya, baru kemudian ditanya keinginannya. 

Sama seperti dirinya waktu dulu saat diajak untuk menjadi cawagub nya Irwandi Yusuf 2017 lalu, DPP tidak langsung menerimanya keinginan Irwandi karena waktu itu di DPP internal Partai Demokrat ada beberapa bakal calon lain juga.

"Kami dipanggil dulu, di cek dulu elektabilitas, kapabilitas melalui CV, pengalaman. Jika CV dan Elektabilitas memadai dan masuk ring, baru tanya keinginan. Keinginan juga patah ketika elektabilitasnya rendah dan kemudian menurut DPP, pengalaman belum cukup tentu, sehingga tidak cukup hanya dengan keinginan," ujar Nova.

"Secara pribadi, saya belum bisa memutuskan, tapi Rakerda hari ini tentu mencalonkan Ketua DPD untuk maju lagi. Saya pikir itu normatif," pungkas Nova Iriansyah Ketua DPD Partai Demokrat Aceh Yang Juga Gubernur Aceh.

Dalam Rakerda Partai Demokrat yang berlangsung dengan protokol kesehatan Covid-19, hadir ketua-ketua DPC partai demokrat dan beberapa pengurus, anggota DPR RI, anggiota DPRK dari Partai Demokrat, dan para pengurus harian DPD Partai Demokrat Provinsi Aceh. Rakerda tersebut, juga mengusung Nova Iriansyah untuk kembali mencalonkan diri sebagai Gubernur Aceh.[]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.