Header Ads

Jelang Idul Adha, Kapolda Aceh Serahkan Hewan Qurban kepada Masyarakat


Banda Aceh - ANN.co.id

Menjelang hari raya Idul Adha, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh Irjen Pol Drs. Wahyu Widada, M. Phil menyerahkan hewan qurban kepada masyarakat, Senin (19/7/2021) di halaman Masjid Babuttaqwa Utama, Mapolda Aceh.


Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy, M. Si dalam siaran persnya, Senin (18/7/2021).


Winardy mengatakan, penyerahan hewan qurban tersebut merupakan bentuk kepedulian Polda Aceh kepada masyarakat, apalagi di saat pemberlakuaan PPKM Mikro.


Namun, sebutnya, penyerahan hewan qurban tersebut dilakukan secara simbolis untuk menghindari kerumunan sesuai dengan Surat Edaran Kemenag Nomor 15 Tahun 2021 tentang Penerapan Protokol Kesehatan Dalam Penyelenggaraan Shalat Hari Raya Idul Adha dan Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/ 2021 M.


Dalam kesempatan itu, Winardy juga ikut menjelaskan isi surat edaran tersebut, yang mana pelaksanaan qurban agar memperhatikan ketentuan sebagai berikut:


a. Penyembelihan hewan qurban berlangsung dalarn waktu tiga hari,

tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah untuk menghindari kerumunan

warga di lokasi pelaksanaan qurban.


b. Pemotongan hewan qurban dilakukan di Rumah Pemotongan

Hewan Ruminasia (RPH-R). Dalam hal keterbatasan jumlah dan

kapasitas RPH-R pemotongan hewan qurban dapat dilakukan di

luar RPH-R dengan protokol kesehatan yang ketat.


c. Kegiatan penyembelihan, pengulitan, pencacahan daging, dan

pendistribusian daging qurban kepada warga masyarakat yang

berhak menerima wajib memperhatikan penerapan protokol kesehatan secara ketat, seperti penggunaan alat tidak boleh secara

bergantian.


d. Kegiatan pemotongan hewan qurban hanya boleh dilakukan oleh

panitia pemotongan hewan qurban dan disaksikan oleh orang yang

berkurban.


e. Pendistribusian daging qurban dilakukan langsung oleh panitia

kepada warga di tempat tinggal masing-masing dengan

meminimalkan kontak fisik satu sama lain.


"Isi surat edaran ini dimaksudkan sebagai panduan untuk pencegahan,

pengendalian, dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 pada

semua zona risiko penyebaran Covid- 19 dalam rangka melindungi

masyarakat pada saat melaksanakan qurban," tutup Winardy.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.