Header Ads

Judul Iklan

Bapas Kelas II Banda Aceh Bekali Warga Binaan Lapas Kelas III Lhoknga

 Banda Aceh I ANN.co.id


Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Banda Aceh melatih kemandirian/kepribadian warga binaan klien dewasa pada Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Pelatihan berupa kerajinan tangan ini berlangsung mulai 3-6 Agustus 2021.

Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Banda Aceh, Efendi, SH menyebutkan, pelatihan itu sejatinya diikuti oleh klien mereka yang sudah bebas menjalani hukuman. Namun, karena pandemi Covid-19, pelatihan hanya difokuskan kepada warga binaan.

"Melihat kondisi dan situasi, lagi pula warga binaan perempuan banyak yang di luar Banda Aceh dan Aceh Besar, pelaksanaan rapid test, segala macam, pulang-pergi jauh, terkontaminasi Covid, makanya kita alihakan ke Lapas Kelas III karena di sini ada perempuan," kata Efendi, Selasa (03/08/2021).

Ia menjelaskan, pelatihan itu merupakan bagian dari tugas dan fungsi Bapas. Selain terkait dengan pendampingan, pembimbingan dan pengawasan, pihaknya juga bertugas membekali mereka yang akan selesai menjalani hukuman.

"Itu tugas kami supaya membimbing dan membina mereka, agar tidak lagi kembali kepada perbuatan yang pernah dilakukannya. Ini betul-betul, supaya mereka ilmu yang kami ajarkan terkait dengan proses kemandirian ini bisa berjalan dengan baik, bisa dilaksanakan dengan baik," ucap dia.

Selam proses binaan, lanjut Efendi, pihak Bapas juga aktif menghadirkan ustaz baik ke Lapas maupun Rutan untuk memberikan bimbingan kerohanian kepada warga binaan supaya mereka sadar.

"Sadar dalam arti kata tidak lagi mengulangi perbuatan yang mereka lakukan. Juga di dalam lapas bisa menjalankan ibadah memohon ampunan barang kali atas kesalahan-kesalahan yang pernah dia lakukan sebelumnya," kata Efendi.

Ia menambahkan, selain kepada warga binaan lapas, pihaknya juga melakukan pelatihan yang sama kepada warga binaan di LPKA. Kegiatan ini telah berlangsung pada April 2021 lalu.

"Tahap pertama sudah pada April kepada warga binaan anak didik pemasyarakatan di LPKA dengan materi merangkai papan bunga, berjalan cukup baik. Ini juga seperti itu kita harapkan dengan baik dan dapat dirasakan manfaat oleh warga binaan," tutur Efendi.

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Aceh, Heri Azhari menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, program pelatihan ini untuk mempersiapkan mereka di dunia kerja saat sudah bebas nantinya.

"Jadi kalau mereka kembali setelah dari masa menjalani pidana, sudah ada keterampilan yang dia miliki. Memang mungkin sebelumnya dia punya. Tetapi ada keterampilan yang dimiliki ini bisa meningkatkan produktivitas. Artinya, mereka nanti bisa menghasilkan uang sendiri untuk kebutuhan sendiri," ucap Heri.

Ia menambahkan, pelatihan tersebut merupakan program rutin yang dimiliki balai pemasyarakatan. Sebelumnya, program yang sama dilaksanakan untuk anak-anak yang menjalani pembinaan di LPKA.

"Ini program rutin, dalam satu tahun itu bapas mempunyai paket kemandirian yang harus dilaksanakan, setiap tahun. Dan itu seluruh Indonesia, bukan di bapas Banda Aceh saja," urai Heri.

Heri berharap, dengan kegiatan tersebut, warga binaan pemasyarakatan (WBP) dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh itu. Ilmu ini juga diharapkan dapat diterapkan dalam keluarga dan lingkungan sekitar.

"Ilmu yang didapatkan ini semoga bermanfaat, bukan hanya pada dirinya, tetapi bagi keluarga. Kan ada transfer nanti, bagi keluarga, lingkungan sekitar, dan yang lebihnya mereka bisa menambah bahwa mereka tidak sia-sia. Bahwa di sini dilakukan pembinaan dan bimbingan," pungkasnya. [*]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.