Header Ads

Judul Iklan

BSI Siap Layani Masyarakat Aceh Melalui BSI Smart

Banda Aceh, I ANN.co.id

 softlaunching BSI Smart dihadiri oleh Direktur Bisnis Retail Bank Syariah Indonesia Kokok Alun Akbar, RCEO BSI Aceh Wisnu Sunandar, Kepala Bank Indonesia Provinsi Aceh Achris Sarwani, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Aceh Yusri dan Dirjen Perbendaharaan Kementrian Keuangan Prov. Aceh Syafriadi, Operational Deputy BSI Willi Diana,  Funding & Transaction Deputy BSI Fitriana, Manager Area Aceh BSI Firmansyah dan eks RCEO BSI Aceh Nana Hendriana (6/8)

6 Agustus 2021 - Bank syariah terbesar di Indonesia PT Bank Syariah Indonesia Tbk terus melakukan perbaikan dan inovasi untuk melayani kebutuhan masyarakat Aceh. Sebagai implementasi dari Perda Qonun Aceh, BSI menyiapkan strategi layanan agen laku pandai yang semula BRI Link menjadi BSI Smart yaitu layanan keuangan laku pandai BSI (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif) tanpa kantor. Peresmian dan peluncuran BSI Smart dihadiri oleh Direktur Bisnis Retail Bank Syariah Indonesia Kokok Alun Akbar, Kepala Bank Indonesia Provinsi Aceh Achris Sarwani, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Aceh Yusri dan Kepala Kantor Fungsional BRI Aceh Wibowo Prihardjianto dan CEO Region PT Bank Syariah Indonesia Region Aceh Wisnu Sunandar (6/8).

Direktur Retail Banking PT Bank Syariah Indonesia Tbk Kokok Alun Akbar menyebut bahwa BSI Smart merupakan bentuk adaptif BSI terhadap kebutuhan nasabah sekaligus melayani nasabah tanpa harus melanggar protokol kesehatan. Dengan sumber daya yang dimiliki oleh BSI, Kokok optimis seluruh wilayah Provinsi Aceh bisa terlayani. 

“Kesiapan BSI dalam melayani masyarakat Aceh dengan terus memperbaiki seluruh layanan dan sistem jaringan di Aceh sehingga dapat menjangkau seluruh daerah. Melalui BSI Smart ini kami berharap menjadi salah satu fasilitas kemudahan yang dapat diakses masyarakat Aceh”. Saat ini Bsi smart dilengkapi aplikasi digital yang mampu didownload di android, BSI Smart memiliki 9700 agen warisan BRILink, dengan adanya qanun kami teruskan brilink tersebut dengan bsi smart, 6750 sudah bergabung dengan bsi smart. Saat ini sudah ada 73 yang dilengkapi edc, target kami sudah 1000 di posisi september. Saat ini fitur yang dapat digunakan pembukaan rekening bsi, setor dan tarik tunai, pembayaran token, juga sekarang sudah bisa melayani bansos,” ujar Kokok.

BSI Smart merupakan layanan keuangan laku pandai BSI (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif) yang dapat melayani kebutuhan masyarakat diantaranya pembukaan rekening, setor dan tarik tunai, transfer, pembayaran token listrik PLN dan penyaluran dana non tunai untuk bantuan sosial di Aceh.  Selain itu, dari sisi agen BSI Smart juga dilengkapi mesin EDC dan android yang dapat mengakses online sehingga transaksi dapat dilakukan secara realtime.

Dalam softlaunching hari ini, akan diluncurkan EDC kepada 73 agen BSI Smart dan akan terus dilakukan perluasan jaringan BSI Smart di seluruh wilayah Aceh. Saat ini ada sekitar 7 Ribu agen BRI Link yang nantinya akan beralih menjadi agen BSI Smart dan siap melayani transaksi keuangan masyarakat Aceh.

CEO Region PT Bank Syariah Indonesia Region Aceh Wisnu Sunandar menyebutkan bahwa BRI Smart akan menjadi role model pelayanan bank syariah di seluruh Indonesia. Dengan jumlah nasabah yang sangat besar di Aceh, Wisnu berharap bahwa BSI Smart di Aceh bisa dilakukan BSI diwilayah lain di Indonesia. 

“Harapan kami maka inklusi keuangan perbankan syariah ini semakin bermanfaat bagi masyarakat aceh, ini pertama kali diterapkan di region 1 aceh, sebagai pelopor atau role model, kami harapkan keberhasilan ini bisa diterapkan di region lainnya. Bisa dikatakan bahwa Aceh ini menjadi laboratorium sekaligus inkubator bagi modal bisnis BSI kedepannya,” ujar Wisnu.

Lebih lanjut Ketua OJK Aceh Yusri menyampaikan dukungannya kepada BSI sebagai salah satu bank besar di Aceh yang memiliki pengaruh besar terhadap perputaran roda bisnis di Aceh. Ia berharap bahwa kehadiran BSI akan menjadi motor ekonomi masyarakat Aceh kedepan. 

“Sejak diimplementasikannya Qonun, maka hanya Bank Syariah yang dapat beroperasional penuh di Aceh. Sehingga keberadaan BSI menjadi tulang punggung bagi perekonomian. Mudah-mudahan peran BSI Smart tidak hanya menjadi agen semata, melainkan dapat menjadi agen literasi keuangan syariah sehingga masyarakat dapat teredukasi dengan baik,” ujar Yusri.

Senada dengan hal ini, Kepala Bank Indonesia Aceh Achris Sarwani mendukung sinergi dan kolaborasi seluruh pihak di Aceh baik dari sisi regulator dan Bank Syariah Indonesia untuk bersama membangun perekonomian di Aceh dan program-program Pemerintah terutama literasi dan bantuan sosial dan keluarga harapan dapat tepat sasaran bagi masyarakat Aceh melalui agen-agen BSI Smart.

“Kami sangat mengharapkan perannya lebih dari berbisnis, untuk bisa menyampaikan hal-hal yang literasi keuangan ini sangat penting, bukan hanya sebagai agen bisnis, tapi juga agen literasi keuangan. Ketiga kami berharap agar penggunaan sistem pembayaran non tunai bisa lebih didorong dengan penggunaan agen bsi smart ini, semua aktivitas keuangan masyarakat dapat dilayani dengan baik oleh teman-teman, tentunya dengan BSI smart sebagai toolsnya,” tutup Achris.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.