Iklan

Category 2

Peringatan Hari Disabilitas Gelar Internasional 2021 Diwarnai Konvoi dan Berapa Agenda Perlombaan

12/26/21, Minggu, Desember 26, 2021 WIB Last Updated 2021-12-26T11:57:14Z


BANDA ACEH - Peringatan Hari Disabilitas Internasional menggelar konvoi dan beberapa agenda kegiatan perlombaan yang berlangsung di Banda Aceh, Rabu (2 Desember 2021). 

Kegiatan ini juga mengangkat tema menumbuhkan kesadaran dalam penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang Disabilitas secara inklusi.

Ketua DPD Pertuni Aceh, Muhammad Nur Abdullah mengatakan, hari Disabilitas ini merupakan hari pengakuan dunia seluruh penyandang disabilitas yang sudah diakui seluruhnya memiliki hak yang sama seperti layaknya nonton Disabilitas. 

"Hari Disabilitas setiap tahun kita laksanakan setiap tanggal 3 Desember, untuk tahun 2021 ini tanggal 2 Desember kami selenggarakan karena tanggal 3 Desember bertepatan hari jum'at, tujuan kegiatan ini paling utama kami ingin memperlihatkan kepada masyarakat bahwa Disabilitas ini juga bisa berbuat seperti apa yang dikerjakan oleh orang non disabilitas, "ujarnya. 

Namun, disamping itu juga kami sedang menuntutkan hak kami yang sudah diabaikan Pemerintah Aceh khusus berdasarkan UU Nomor 8 yang semua pasal dan ayat sudah diatur tentang penyandang disabilitas baik kesehatan, pendidikan dan tenaga kerja.

"Tetapi selama ini beberapa tahun ini dalam memperjuangkannya di Pemerintahan Aceh juga agar yang berdasarkan UU Nomor 8 itu dapat dijadikan Qanun maupun Pergub khusus untuk penyandang Disabilitas agar dapat terlebih dahulu disosialisasikan lah kami karena masih ada banyaknya kekurangan, "ungkapnya. 

Muhammad Nur Abdullah juga menyampaikan, agenda kegiatan hari Disabilitas ini sudah berlangsung tanggal 25 November 2021 yang lalu dengan kegiatan dialog bersama radio RRI, seminar 4 pilar bersama anggota Dewan DPR RI Muhammad Nasir Djamil dan hari ini kita adakan konvoi, Lomba MTQ, lomba pidato lomba baca al-qur'an serta lomba adzan bagi kalangn Disabilitas yang diikuti dengan target 300 peserta, adapun yang sudah hadir dari Banda Aceh, Aceh Besar dan Pidie selanjutnya peserta dari Abdya sedang dalam perjalanan. 

"Kegiatan ini juga berlangsung dengan galangan dukungan dana dari pihak Polri, TNI, Anggota DPR RI Muhammad Nasir Djamil, DPRA dan Bank Aceh yang sudah banyak mendukung untuk terselenggaranya kegiatan ini, meskipun tidak ada bantuan dari Pemerintah Aceh juga tidak masalah karena mungkin tidak adanya anggaran selama masa pandemi covid pun juga kami tidak tau, kami juga sedih sebenarnya karena hari ibu, hari anak dan lain sebagainya di bulan Desember ini dapat terlaksana dengan meriah, sedangkan pembukaan untuk konvoi pun tidak ada yang hadir dari pihak Pemerintah Aceh tetapi Pemerintah Aceh juga akan menggelar kegiatan hari Disabilitas ini melalui Dinas Sosial pada tanggal 4 Desember 2021 melalui Dinas Sosial Aceh dengan proposal yang di tunjukkan ke CSR itu pun sampai beradu dengan proposal kami yang sangat disayangkan sebenarnya pun kami tidak masalah juga, mungkin Allah belum menghendaki dan Pak Nova Iriansyah juga mungkin belum terbuka pintu hatinya, kami juga yakin insyaallah nantinya bisa sadar bahwa rakyatnya Gubernur Aceh ada juga yang penyandang Disabilitas, " Ujarnya.

Sementara itu, Ketua panitia penyelenggara, Zuhdi AR menambahkan, kegiatan ini sebagai hari kebanggaan bagi kalangan Disabilitas khususnya Aceh, kita meminta kepada Pemerintah Aceh bahwa UU yang telah diatur itu menurut kami belum disosialisasikan kepada kalangan Disabilitas dan perlu direvisi kembali karena juga mempunyai hak seperti orang non Disabilitas maupun masyarakat umum.

"Sementara kenyataan dari UU perlu diketahui masih didiskriminasikan, jadi kita menghimbau kepada Pemerintah Aceh khusus Aceh untuk dapat dipenuhi hak-hak Disabilitas dengan perlu diketahui Disabilitas ini juga punya potensi dan SDM seperti masyarakat lainnya. 

Zuhdi menghimbau, Pemerintah Aceh dapat menjalankan yang sebagaimana dalam UU yang sudah ada bagi kalangan Disabilitas atas perhatiannya karena ada juga Disabilitas yang masih menghuni rumah sewa, peminta-minta dijalanan dan menjadi pengamen yang tidak adanya support dengan memiliki anak yang sekolah tentunya ingin juga seperti anak lainnya. 

"Dengan adanya terlaksananya agenda kegiatan hari Disabilitas ini dengan ruangan tempat yang terbuka juga kita ingin memperlihatkan kepada masyarakat bahwa kalangan tuna netra juga mempunyai potensi dan SDM serta merubah paradikma masyarakat, " katanya. (***)
Komentar

Tampilkan

Terkini

Aceh

+