Dalam dialog dengan Keuchik Neuheun dan warga setempat, Safrina menerima laporan bahwa keberadaan sumur bor tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi 111 Kepala Keluarga dari total 2.636 KK di gampong tersebut. Sebelumnya, lima dusun dan lima komplek perumahan di Neuheun mengalami krisis air bersih, sehingga warga terpaksa membeli air untuk konsumsi harian. Kini, dengan bantuan Sumur Bor GENTING yang dibangun dengan anggaran Rp75 juta, masyarakat sudah dapat menikmati air layak pakai untuk memasak dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Salah seorang warga, Anwar, menyampaikan bahwa meski jarak rumahnya cukup jauh dari lokasi sumur bor, ia tetap memanfaatkannya. Setiap hari libur, Anwar mengangkut air menggunakan becak dan menyimpannya untuk kebutuhan dua hingga tiga hari. “Untuk minum dan masak kami pakai air dari sumur bor ini, sedangkan untuk mandi dan mencuci terpaksa masih menggunakan sumur lama yang airnya berkarang,” ujarnya.
Lebih jauh, Keuchik Neuheun melaporkan adanya sekitar 50 anak stunting di desa tersebut. Kondisi ini menegaskan bahwa akses air bersih merupakan faktor penting dalam mencegah penyakit, meningkatkan kebersihan lingkungan, dan mendukung upaya percepatan penurunan stunting di Aceh Besar.
Melalui kunjungan ini, BKKBN Aceh menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat intervensi sensitif stunting, termasuk penyediaan sarana dasar seperti air bersih, yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat. Safrina berharap manfaat sumur bor dapat terus diperluas, sehingga semakin banyak keluarga yang terbantu dan angka stunting di Neuheun dapat ditekan secara signifikan.[]