Banda Aceh, 6 Desember 2025 – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Aceh bersama Ikatan Pegawai Bank Indonesia (IPEBI) kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak banjir bandang di sejumlah wilayah Aceh, khususnya Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Utara, dan Aceh Tengah.
Bantuan yang disalurkan mencakup sembako, beras, mie instan, biskuit, susu, pakaian, serta obat-obatan, yang diberangkatkan melalui jalur darat menggunakan mobil truk uang (remise) dari Banda Aceh. Pengiriman ini dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini.
Di Kabupaten Pidie Jaya, bantuan diserahkan kepada masyarakat di Gampong Muara Dua dan Gampong Beurawang. Dalam kesempatan itu, Agus Chusaini turut berinteraksi dengan warga, bertemu dengan Keuchik setempat, serta meninjau langsung kondisi lapangan yang masih terdampak banjir.
Rincian Bantuan
- 200 sak beras
- 100 dus mie instan
- Air mineral
- Biskuit
- Susu UHT
- Pakaian dalam
- Obat-obatan berbagai jenis
Selain Pidie Jaya, KPwBI Provinsi Aceh juga berkoordinasi dengan Bank Indonesia Lhokseumawe untuk pengiriman bantuan kepada warga terdampak banjir di Aceh Utara. Bantuan diberangkatkan pada 5 Desember 2025 melalui jalur laut menggunakan KN Anatares dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, mengingat sejumlah titik masih sulit diakses melalui jalur darat. Bantuan tiba sehari kemudian di Pelabuhan Krueng Geukeuh.
Untuk wilayah Aceh Tengah, bantuan logistik seperti beras, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya telah disalurkan melalui jalur udara pada 1 Desember 2025.Pemulihan Sistem Pembayaran dan Distribusi Pangan
Selain penyaluran bantuan logistik, Bank Indonesia Aceh juga melakukan koordinasi intensif dengan industri perbankan agar layanan Sistem Pembayaran dan ATM dapat kembali beroperasi secara bertahap di seluruh wilayah Aceh. Sejumlah daerah seperti Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Gayo Lues masih dalam proses pemulihan, dengan percepatan perbaikan yang terus dilakukan.
Upaya pemulihan layanan perbankan serta ketersediaan uang Rupiah yang memadai menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan memastikan aktivitas masyarakat dapat tetap berjalan di tengah kondisi bencana.
Bank Indonesia Aceh bersama Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) juga memperkuat koordinasi untuk menjamin kelancaran distribusi pangan sehingga kebutuhan pokok tetap tersedia dan terjangkau.Pernyataan Kepala Perwakilan
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan serta menjalin koordinasi dengan berbagai pihak di daerah-daerah yang masih terdampak banjir.
"Upaya penyaluran bantuan, memastikan kelancaran layanan perbankan dan sistem pembayaran, serta menjamin distribusi pangan akan terus menjadi prioritas kami. Harapannya, perekonomian Aceh dapat tetap tumbuh dan masyarakat terdampak banjir dapat segera pulih,” ujarnya []