Banda Aceh — Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Aceh menerima kunjungan kerja Komisi II DPRD Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, di kantor Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Aceh, Kamis (22/1/2026).
Kunjungan ini dihadiri para ketua tim kerja, pejabat teknis, serta staf humas. Agenda tersebut bertujuan memperkuat koordinasi pembangunan keluarga serta membahas langkah-langkah strategis dalam meningkatkan pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat melalui program-program unggulan Kemendukbangga/BKKBN.
Diskusi dipandu oleh Ketua Tim Kerja Humas, Jopi D. Saputra, dan dilanjutkan dengan sambutan serta paparan profil kelembagaan oleh Sekretaris Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Aceh, Ihya, SE, MM.
Dalam paparannya, Ihya menyampaikan gambaran kelembagaan yang mencakup visi dan misi, program prioritas, statistik pegawai, capaian dan prestasi terkini, serta implementasi quickwin Kemendukbangga/BKKBN yang telah berjalan di Aceh. Ia juga memaparkan strategi keberlanjutan program, tantangan geografis dan demografis Provinsi Aceh, serta peran Kemendukbangga/BKKBN dalam memperkuat sinergi lintas sektor pada isu strategis kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga.
“Program yang kami bangun tidak semata mengejar capaian angka, tetapi mengokohkan keluarga sebagai unit fundamental bangsa—sehat, sejahtera, dan berdaya. Oleh karena itu, kolaborasi dengan DPRD dan pemerintah daerah mutlak diperlukan,” ujar Ihya.
Dalam kesempatan tersebut turut dipaparkan strategi kerja dan capaian regional. Kemendukbangga/BKKBN Aceh saat ini menjalankan sejumlah program prioritas, di antaranya GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), dan SIDAYA (Sekolah Lansia Berdaya).
Sorotan Komisi II DPRD Langkat: GATI sebagai Quickwin
Rombongan Komisi II DPRD Kabupaten Langkat yang terdiri atas S. Harianto, Martono, Sedarita Ginting, Elfa Susana, dan Fachrullah menaruh perhatian khusus pada program GATI. Ketua DPRD Kabupaten Langkat, Sedarita Ginting, menyampaikan ketertarikan pihaknya untuk mendalami lebih lanjut
implementasi program-program BKKBN yang dinilai berdampak langsung bagi masyarakat.
“Program-program BKKBN sangat menarik untuk dikaji lebih lanjut. Kami juga tertarik melakukan kunjungan lanjutan ke kabupaten/kota yang direkomendasikan BKKBN sebagai lokasi potensial pelaksanaan program, sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan di Kabupaten Langkat,” ujarnya.
Anggota Komisi II DPRD Langkat secara khusus menyoroti implementasi program GATI di Aceh, termasuk capaian serta manfaat nyata dalam memperkuat peran ayah dalam keluarga dan pengasuhan anak.
Menanggapi hal tersebut, Ihya menjelaskan bahwa strategi GATI di Aceh mengedepankan penetapan tokoh-tokoh publik sebagai role model Ayah Teladan Indonesia, mulai dari tingkat provinsi hingga kecamatan dan desa. Pendekatan ini dilakukan melalui advokasi, sosialisasi, dan pembinaan yang melibatkan tokoh adat, pemuka agama, aparat desa, serta pemimpin komunitas.
“Kami menetapkan figur-figur publik sebagai teladan agar pesan GATI tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi menular ke komunitas melalui contoh nyata, dari pejabat hingga tokoh lokal yang dihormati masyarakat,” jelasnya.
Pertemuan ini juga membahas mekanisme replikasi program, penguatan kapasitas pelaksana lapangan (PKB/PLKB), serta pengukuran indikator keberhasilan program.
Kunjungan kerja tersebut menegaskan bahwa kebijakan publik akan lebih berdampak apabila dibangun secara kolaboratif, berakar pada konteks lokal, dan diikuti aksi nyata yang dapat dilihat serta dirasakan masyarakat. Penguatan peran ayah, dukungan terhadap keluarga, dan perluasan manfaat program quickwin menjadi agenda bersama yang akan terus ditindaklanjuti.[]