Oleh karena itu pesannya, pendidikan anak harus dibangun di atas fondasi nilai-nilai keimanan dan tanggung jawab moral yang kuat.
Ia menjelaskan, bahwa anak merupakan amanah sebagaimana termaktub dalam firman Allah “Quu anfusakum wa ahlikum naara,” yang artinya, agar setiap orang tua menjaga diri dan keluarganya dari api neraka.
"Anak bukan sekadar milik orang tua, melainkan titipan yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya," kata Dr Iskandar.
Karena itu ungkapnya, tugas orang tua tidak hanya terbatas pada pemenuhan kebutuhan fisik dan pendidikan formal, tetapi juga membentuk akhlak, menjaga hati, serta menjadi teladan utama dalam kehidupan sehari-hari.
Dr Raihan juga memaparkan, konsep lingkar tanggungjawab pendidikan yang mencakup peran rumah sebagai pusat penanaman nilai dan keteladanan.
Dituturkannya, sekolah sebagai mitra pendamping dan penguat pendidikan, serta lingkungan sebagai faktor yang secara tidak langsung memengaruhi karakter dan masa depan anak.
Menurut Dr Raihan, keberhasilan pendidikan hanya dapat dicapai melalui sinergi yang harmonis antara seluruh unsur tersebut.(*)