Langkah ini diambil untuk memastikan distribusi bantuan sosial lebih transparan, terukur, dan akuntabel di tengah tantangan manajemen logistik kebencanaan.
Acara yang berlangsung di Aula Dinas Sosial Aceh, Kamis (5/2/2026), dibuka langsung oleh Plt. Kepala Dinas Sosial Aceh, Chaidir, S.E., M.M.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa digitalisasi melalui sistem SIMLOG bukan sekadar tuntutan teknologi, melainkan fondasi untuk memperbaiki tata kelola administrasi bantuan.
Kedisiplinan Administratif
Chaidir menekankan bahwa akurasi data keluar-masuk barang di gudang logistik merupakan hal krusial yang tidak bisa ditawar. Pengabaian terhadap pencatatan sekecil apa pun dapat berdampak pada keterlambatan penanganan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Penerapan disiplin ketat dalam pencatatan barang dan tertib administrasi adalah kunci. Kita ingin memastikan setiap bantuan yang masuk ke gudang terdata dengan baik hingga sampai ke tangan penerima manfaat," ujar Chaidir.
Selain aspek teknis, Chaidir juga mengingatkan mengenai batasan kewenangan dalam birokrasi penyaluran. Meski sistem diseragamkan secara digital, kewenangan eksekusi penyaluran bantuan tetap berada di tangan pemerintah kabupaten/kota masing-masing, sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Hadir sebagai pemateri utama dalam kegiatan ini, Yanyan Rahmat, A.Ks., M.Si, yang memaparkan teknis pengoperasian SIMLOG kepada para peserta. Sistem ini dirancang untuk memangkas birokrasi manual yang selama ini rentan terhadap kesalahan manusia (human error).
Dengan adanya SIMLOG, diharapkan koordinasi antara Dinas Sosial Provinsi dan kabupaten/kota dapat berjalan secara real-time.
Hal ini menjadi sangat vital mengingat Aceh merupakan wilayah dengan tingkat risiko bencana yang cukup tinggi, di mana kecepatan distribusi logistik seringkali menjadi penentu keberhasilan penanganan darurat.
Bintek ini diharapkan mampu melahirkan operator gudang yang cakap teknologi dan berintegritas, sehingga manajemen stok logistik di seluruh Aceh dapat terpantau dalam satu pintu sistem informasi yang terintegrasi.



