BANDA ACEH — Komitmen menjaga keandalan pasokan listrik untuk fasilitas pelayanan publik, khususnya sektor kesehatan, terus diperkuat oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Aceh.
Bertepatan dengan momen Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2026, Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum (KKU) PLN UID Aceh Nurlana meninjau langsung keandalan kelistrikan di Rumah Sakit Umum (RSU) Putri Bidadari Aceh, Selasa (8/9/2026).
Nurlana menjelaskan, sektor kesehatan memiliki tingkat ketergantungan mutlak terhadap stabilitas pasokan energi. Oleh karena itu, PLN memprioritaskan layanan listrik agar seluruh fasilitas vital di RSU Putri Bidadari dapat beroperasi optimal. Pasokan listrik yang stabil ini sangat krusial untuk mendukung operasional Unit Gawat Darurat (UGD) yang menyiagakan 14 dokter umum selama 24 jam, serta kamar bersalin dan unit kelola bank darah.
"Keandalan daya PLN sangat menunjang operasional peralatan medis berteknologi tinggi di RSU Putri Bidadari. Kami memastikan pasokan listrik aman untuk menopang ruang Intensive Care Unit (ICU) yang dilengkapi monitor sentral, ruang perawatan intensif bayi prematur atau Neonatal Intensive Care Unit (NICU), hingga layanan Kateterisasi Jantung (Cathlab)," jelas Nurlana.
Lebih lanjut, stabilitas listrik ini juga menjamin kelancaran layanan penunjang medis lainnya seperti Radiologi yang dilengkapi fasilitas CT-Scan dan rontgen, unit Hemodialisa untuk cuci darah, laboratorium patologi, hingga kenyamanan ruang rawat inap yang memiliki kapasitas 352 tempat tidur dari kelas standar hingga VIP.
Direksi RSU Putri Bidadari Aceh Armansyah menyambut positif inisiatif manajemen PLN tersebut.
"Kami mengapresiasi kunjungan dan komitmen PLN UID Aceh. Dukungan listrik yang stabil dari PLN sangat membantu kami dalam memberikan pelayanan kesehatan yang prima, aman, dan tanpa henti bagi masyarakat luas," kata Armansyah.
Narahubung:
Zulfan M. Jamil
Manager Komunikasi & TJSL PLN UID Aceh