• Jelajahi

    Copyright © Aceh Nasional News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Category 2

    Sulap Limbah Jadi Rupiah, Warga Panton Luas Wujudkan Desa Bersih dan Mandiri

    11/06/26, Jumat, November 06, 2026 WIB Last Updated 2026-11-06T12:55:53Z


    Melalui Program GEBER inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) UID Aceh bersama Sekolah Perkasa Alam, seorang warga menunjukkan hasil daur ulang bernilai ekonomi berupa ecobrick dan cairan serbaguna eco-enzyme di Bank Sampah Jasa Tuan, Gampong Panton Luas, Tapaktuan, Aceh Selatan, guna mengatasi persoalan limbah dan mewujudkan desa mandiri lingkungan yang produktif.

    Aceh Selatan – Tumpukan sampah plastik dan kebiasaan membakar limbah rumah tangga kini mulai ditinggalkan oleh warga Gampong Panton Luas, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan. Melalui kehadiran Bank Sampah Jasa Tuan, persoalan polusi lingkungan tersebut kini berhasil diubah menjadi potensi ekonomi yang menghidupkan ekosistem desa.

    Transformasi nyata ini merupakan buah dari Program Gerakan Bersih dan Berdaya (GEBER), sebuah inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) UID Aceh bersama Sekolah Perkasa Alam. Program ini berhasil mengubah cara pandang masyarakat, di mana sampah tidak lagi dibuang percuma, melainkan dikelola dan didaur ulang menjadi produk bernilai guna.
    Warga Gampong Panton Luas bersama tim PT PLN (Persero) UID Aceh dan Sekolah Perkasa Alam berfoto bersama di Bank Sampah Jasa Tuan, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, dalam rangka merayakan transformasi sukses Program Gerakan Bersih dan Berdaya (GEBER) yang berhasil mengubah limbah rumah tangga menjadi potensi ekonomi berkelanjutan sejak dicanangkannya inisiatif tersebut.

    Manfaat dari pengolahan sampah ini langsung dirasakan oleh berbagai lapisan warga. Berdasarkan pendampingan di lapangan, saat ini terdapat 7 petani lokal yang telah konsisten memproduksi pupuk kompos untuk kebutuhan pertanian mereka. Selain itu, 4 ibu rumah tangga aktif memproduksi cairan serbaguna eco-enzyme, dan 12 anak-anak berhasil mengkreasikan sampah plastik menjadi produk ecobrick seperti bantal sofa.

    Tidak hanya mendatangkan nilai ekonomi, kebiasaan baru ini menyelamatkan keasrian Gampong Panton Luas yang kaya akan sumber air dan dikenal sebagai "Permata Tersembunyi" di Aceh Selatan. Warga kini memiliki kebiasaan memilah botol plastik dan organik dari rumah, serta aktif dalam rutinitas sistem komunal "Jumat Bersih" untuk pengumpulan sampah terpadu.

    Untuk memastikan keberlanjutan program jangka panjang, Bank Sampah Jasa Tuan telah dilegalkan melalui SK Keuchik, menjadikannya fondasi kelembagaan formal di desa. Sistem tata kelola desa pun diperkuat dengan membagi peran strategis; Bank Sampah bertindak sebagai unit pengumpul dan pemilah teknis, sementara Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) diarahkan sebagai agregator komersial untuk memasarkan produk-produk daur ulang warga ke pasar.

    Sistem persampahan mandiri ini bahkan diproyeksikan mendapat pembinaan berkelanjutan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Selatan untuk membawa Panton Luas menuju status Desa Proklim.

    Koordinator Sekolah Perkasa Alam sekaligus pendamping program, Maria Ulfa, S.Psi., M.Pd., Ph.D., menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai intervensi perubahan tata kelola, bukan sekadar kegiatan bersih-bersih. 

    “Keberhasilan GEBER tidak diukur hanya dari berapa banyak sampah yang dibersihkan, tetapi dari seberapa jauh desa memiliki kapasitas, kelembagaan, dan kebiasaan untuk mengelolanya secara mandiri,” tegas Maria Ulfa.

    Dukungan penuh PLN dalam mewujudkan ekosistem berkelanjutan ini juga ditegaskan oleh Manager PLN UP3 Subulussalam, Bapak Yandrison. 
    Guru SMPN 3 Ingin Jaya, Armayanti Ar, S.Pd., M.Pd., menyampaikan pesan penting terkait keselamatan kelistrikan kepada para siswa. Pengetahuan ini sangat krusial untuk meningkatkan kewaspadaan warga sekolah dalam menghadapi potensi bahaya listrik di musim penghujan.

    “PLN hadir bukan hanya menerangi negeri, tetapi juga memberikan energi bagi perubahan positif dan masa depan lingkungan yang lebih baik,” tuturnya.

    Ke depan, kehadiran Bank Sampah Jasa Tuan diharapkan terus menjadikan Panton Luas sebagai contoh desa mandiri lingkungan yang mampu menjaga keseimbangan ekologi, sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakatnya.[]
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini