PIDIE, ANN – Insiden kekerasan yang terjadi di Gampong Puloe Kenari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Rabu (4/11/2026), menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Aceh. Peristiwa tersebut dilaporkan mengakibatkan korban jiwa dan sejumlah warga mengalami luka-luka.
Salah satu korban meninggal dunia diketahui bernama Abzalul Riza (20), warga Gampong Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro/Truseb, Kabupaten Pidie. Korban lahir pada 24 November 2005.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, Abzalul Riza tiba di rumah sakit sekitar pukul 17.05 WIB pada Rabu (4/11/2026) dalam kondisi telah meninggal dunia. Kepergian korban menambah duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat.
Menyikapi peristiwa tersebut, Ketua DPD Laskar 08 Prabowo Aceh, Raunal Mahfud, menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam segala bentuk kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa dan penderitaan masyarakat.
Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta mengingatkan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian utama seluruh pihak.
“Sebagai sesama bangsa Aceh, kita sangat berduka. Kehilangan nyawa dan penderitaan masyarakat tidak boleh dianggap sebagai hal biasa. Pemerintah memiliki amanah dari rakyat untuk melindungi, menghadirkan keadilan, dan menyelesaikan persoalan secara bijaksana,” ujar Raunal.
Menurutnya, tragedi ini harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk menunjukkan tanggung jawab nyata kepada masyarakat. Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Pidie diminta tidak sekadar menyampaikan keprihatinan, tetapi segera mengambil langkah konkret untuk memulihkan keamanan, meredakan ketegangan, dan mencegah terjadinya kekerasan susulan.
Raunal menegaskan, kepala daerah memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan serta rasa aman. Ia mendesak Gubernur Aceh, Bupati Pidie, dan jajaran terkait agar memimpin koordinasi dengan aparat penegak hukum serta tokoh masyarakat demi terciptanya penyelesaian yang adil dan bermartabat.
“Pemerintah adalah pemegang amanah rakyat. Karena itu, pemerintah harus hadir sebagai penengah, mendengarkan semua pihak, dan memastikan persoalan ini diselesaikan secara adil dan bijaksana. Jangan sampai rakyat kembali menjadi korban,” tegasnya.
Selain penanganan insiden, Raunal juga meminta polemik Bendera Aceh diselesaikan melalui dialog terbuka dan komunikasi yang bermartabat. Ia menilai persoalan yang berlarut-larut harus segera dicarikan jalan keluar agar tidak terus memicu ketegangan di tengah masyarakat.
Laskar 08 Prabowo Aceh turut mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk segera turun ke lokasi dan melakukan investigasi independen serta menyeluruh. Seluruh pihak yang diduga terlibat harus diperiksa secara objektif, sementara proses hukum harus berjalan transparan demi mengungkap fakta dan memberikan keadilan kepada keluarga korban.
Raunal berharap seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan dialog. Ia menegaskan bahwa perdamaian Aceh harus dijaga bersama, dan setiap persoalan wajib diselesaikan tanpa mengorbankan keselamatan masyarakat.
“Jangan biarkan duka ini berlalu tanpa kejelasan dan keadilan. Rakyat berhak mendapatkan perlindungan, kebenaran, dan kepastian hukum. Pemerintah harus menjalankan amanahnya dengan adil dan bijaksana,” tutup Raunal Mahfud kepada ANN.(Moes@83)