Team Leader K3 PLN ULP Lambaro, Haqqul Mubin, memberikan sosialisasi edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) ketenagalistrikan. Pemaparan ini membekali para siswa dan guru agar lebih proaktif mengenali serta mengantisipasi potensi bahaya listrik di lingkungan sekitar.
Hujan yang mulai sering turun di bulan November menjadi perhatian tersendiri di lingkungan sekolah.
Bagi Armayanti Ar, S.Pd., M.Pd., salah satu guru di SMPN 3 Ingin Jaya, perubahan cuaca ini menjadi pengingat pentingnya menjaga keselamatan siswa saat beraktivitas.
Ia kembali menyoroti pentingnya edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dari tim PLN yang diadakan di sekolahnya pada bulan Juli lalu.
Armayanti menyadari bahwa siswa SMP yang aktif sering kali kurang memperhatikan potensi bahaya kelistrikan di sekitar mereka.Sosialisasi dari PLN tersebut sangat membantu membuka wawasan warga sekolah tentang bahaya listrik dari hal-hal yang mungkin dianggap sepele sehari-hari.
Khususnya di musim penghujan seperti saat ini, materi tentang potensi bahaya listrik saat banjir dan risiko dahan pohon basah yang menyentuh jaringan listrik dirasa sangat relevan.
Pengetahuan tersebut mendorong para guru untuk lebih rutin menyelipkan pesan keselamatan kepada para siswa.
"Anak-anak, genangan air itu bisa menjadi penghantar listrik. Jaga jarak aman dan jangan bermain di dekat tiang listrik atau gardu," pesannya kepada para siswa.
Ia juga selalu menekankan poin penting dari sosialisasi PLN: jika melihat ada yang tersengat listrik, jangan pernah menarik tubuh korban secara langsung karena penolong bisa ikut tersetrum.
Perwakilan Forum HSSE Ketenagalistrikan PT PLN (Persero) UP3 Banda Aceh - UP2D Aceh bersama Dewan Guru dan Siswa/i SMPN 3 Ingin Jaya berpose bersama usai kegiatan sosialisasi. Kolaborasi ini wujud nyata komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan sadar bahaya kelistrikan.
Pengetahuan dasar ini sangat penting dipahami sebagai langkah pertolongan pertama yang aman di situasi darurat.
Selain kepada siswa, pesan keselamatan ini juga diteruskan kepada rekan guru, staf sekolah, hingga wali murid.
Untuk mengantisipasi kondisi darurat, pihak sekolah juga mendorong pemanfaatan layanan dari PLN.
Pesannya sangat jelas: jika menemukan kabel terputus, dahan menimpa jaringan, atau kondisi bahaya listrik lainnya di tempat umum, warga tidak boleh mencoba menanganinya sendiri.
Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan potensi bahaya atau gangguan kelistrikan tersebut melalui aplikasi *PLN Mobile* agar cepat dan aman ditangani oleh petugas.
Melalui langkah proaktif ini, edukasi dari PLN terus diterapkan menjadi upaya nyata untuk menjaga keselamatan bersama di lingkungan SMPN 3 Ingin Jaya dan sekitarnya.[]