Header Ads

KIP ACEH GELAR SOSIALISASI MELAWAN HOAX DAN DEMOKRASI

Banda Aceh | (Ann)
Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh menyelenggarakan sosialisasi pemilu demokrasi melawan hoax dan sara untuk menjadikan pemilihan berdaulat, di 3 In 1 Coffe, Jl. T. Panglima Nyak Makam, Lambhuk, Banda Aceh, Senin, (29/10/2018).

Komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Teuku Akmal, pada mengatakan, KIP sebagai penyelenggara punya tanggungjawab pada pemilihan atau partisipasi masyarakat kalau KIP tidak melakukan hal seperti sosialisasi hoax ini, KIP merasa bersalah.

Dia berharap kepada masyarakat jangan hanyut dalam informasi-informasi hoax, orang yang nyaman dengan hoax itu, ibarat memakan daging saudaranya sendiri. Masyarakat harus teliti, periksa dan sensor dulu beritanya, walaupun hoax dibaca tapi pada hari pemilihan ia akan memilih dengan rasional.

“Saya berharap masyarakat jangan hanyut dalam informasi-informasi hoax, orang yang suka hoax dan nyaman dengan hoax itu, ibarat memakan daging saudaranya sendiri dan amat menjijikkannya. Jangan mencari kelemahan orang lain karena persoalannya tidak suka. Masyarakat harus teliti, periksa, dan sensor dulu beritanya, walaupun hoax dibaca tapi pada hari pemilihan, ia akan memilih dengan rasional,” harap Teuku Akmal.

Selanjutnya, kalau seseorang tidak suka dengan partai tertentu, tidak boleh menghujat atau tidak usah dipilih saja, tapi jangan dipengaruhi orang lain, itu berbahaya untuk diri sendiri karena akan ada konsekuensi terhadap pidana. Hoax adalah penipu masyarakat, pendengar, pembaca sedangkan yang memberi informasi itu, dia tahu bahwa berita itu tidak benar (bohong).

Hoax itu dapat menghancurkan demokrasi. Pengguna Media Sosial  (medsos) harus sadar dengan beritanya, jangan sampai hoax (berita yang tidak pasti), kalau hoax masih ada jangan harap demokrasi ini akan menang, jelasnya.(*)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.