Header Ads

H.Aminullah SE AK MM Menyatakan Siap Banda Aceh Jadi Tuan Rumah (MQK)


Banda Aceh - Ann
Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE Ak MM menyatakan, Banda Aceh siap menjadi tuan rumah lomba membaca kitab kuning atau yang disebut Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) tingkat Provinsi Aceh.Pernyataan ini disampaikan Wali Kota, pada saat membuka MQK tingkat Kota Banda Aceh, Jumat 9 November 2018 di Dayah Inshafuddin, Lambaro Skep Banda Aceh.
Kepada Kepala Dinas Pendidikan Dayah Provinsi Aceh, Usamah El-Madny yang ikut hadir pada pembukaan MQK ini, Wali Kota meminta agar Banda Aceh dipilih sebagai tuan rumah kegiatan tingkat provinsi yang akan digelar tahun 2019 tersebut.

“Kami siap menjadi tuan rumah MQK tingkat Provinsi Aceh tahun 2019 nanti. Saya minta Banda Aceh ditunjuk sebagai tuan rumah,” kata Aminullah disambut applaus para santri yang hadir pada acara pembukaan yang berlangsung di halaman Dayah Inshafuddin.

Selain itu, Aminullah juga mengatakan, permintaan ini sebagai pengganti tidak dipilihnya Banda Aceh sebagai tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Aceh tahun 2019. Sebagaimana diketahui, sebelumnya Banda Aceh juga telah mengajukan diri sebagai tuan rumah MTQ, namun panitia seleksi memilih Pidie sebagai tuan rumah.

“Kami ajukan ini sebagai pengganti MTQ tahun 2019. Panitia akhirnya memilih Pidie sebagi tuan rumah,” ujar Aminullah.

Lanjutnya, Banda Aceh memiliki sarana dan prasaran yang memadai untuk mendukung kegiatan tersebut. Selain itu, Banda Aceh sebagai ibukota Provinsi Aceh juga mudah di akses oleh peserta dari Kabupaten/Kota lainnya di Aceh.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota juga menyampaikan, bahwa Banda Aceh juga telah ditunjuk sebagai tuan rumah Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) XII 2019.

“Ini kemarin, kita juga sudah dipercayakan menjadi tuan rumah KPDI tahun 2019. Kita unggul voting 148 suara dari Bali yang meraih 144 suara. Kebanyakan peserta konfrensi memilih Banda Aceh karena ingin berkunjung melihat kota ini,” kata Aminullah.

Wali Kota mengungkapkan, mengapa dirinya ingin banyak event besar digelar di kota yang dipimpinnya. Katanya, semakin banyak event besar digelar maka akan memberi banyak manfaat bagi warga kota. Dan akan berdampak pada pergerakan perekonomian warga kota.

“Adanya event besar di Banda Aceh, maka akan ada multiflier effect. Dampaknya bisa dirasakan warga kota, karena akan menggerakkan ekonomi, mulai dari penginapan, rumah makan, jasa transportasi hingga penjual asesoris. Karena yang datang ke sini pasti bawa uang untuk dibelanjakan,” pungkas Wali Kota, yang juga menjabat Ketua umum Masyarakat Ekonomi Syariah. (Rel)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.