Header Ads

Heri Julius Mantan Polri Yang Terjun Ke Dunia Politik

Banda Aceh - Ann
Heri Julius mantan anggota Polri yang meminta pensiun dini ini bisa dikatakan terjun ke kancah politik belum begitu lama namun dirinya berhasil menggondol suara terbanyak di daerah pemilihan kecamatan Syiah kuala periode 2014-2019

"Alhamdulillah, saya memperoleh suara 800 orang saat itu," ujarnya, kepada habanusantara.com, beberapa waktu lalu.

Menurutnya tantangan diawal dia terjun ke politik sangat delematis dan penuh lika liku. Namun menurutnya itu hal yang biasa dan dirinya terus maju tanpa harus menyerah. Tantangan demi tantangan terus dihadapi.

Baik dari sisi profesi seorang polisi sampai namanya juga menjadi persoalan dimasyarakat. Karena namanya dia sempat menjadi sorotan masyarakat karena dia dianggap bersuku batak. "Saya asli orang Aceh, orang tua saya Harun Yusuf, Lueng Putu, Pidie Jaya," sebut Heri.

pengalaman uniknya itu sempat diceritakannya, ketika dia menjadi anggota polri hingga pensiun dini pada 2007 lalu.

Pria kelahiran sigli anak ke 6 dari sekian bersaudara ini ternyata memiliki pengalaman yang unik semasa kecilnya.

"Orang -orang mengira saya bersuku batak, padahal saya murni bersuku Aceh, mungkin hanya karena nama saya Heri Julius, hingga masyarakat beranggapan saya orang batak," ucapnya, sambil tersenyum simpul bercerita.

Menurutnya, nama Heri Julius, mulai tersemat melekat menjadi asli nama ketika akan menerima ijazah SD.

Dimana waktu itu ingat saya pada saat akan menamatkan sekolah dasar. orang tua kita sempat dipanggil sama pihak sekolah untuk memastikan nama asli kita karena akan dicetak dilebaran ijazah nantinya.

Pihak sekolah memastikan kepada orang tua saya karena dirapot nama saya tertulis Julius, semestinya juli karena saya lahir di bulan Juli. Karena tertulis Julius akhirnya pihak sekolah mengatakan kepada orang tua saya dan menetapkan nama saya sebagai Heri Julius.

"Di jaman Orba dulu, kan nama sangat berpengaruh dalam mencari kerja. Ya akhirnya ibu saya pada saat itu ikut saja. Maklumlah orang tua kita jaman dulu. Asal yang terbaik untuk anaknya ya mereka ikut saja. Apalagi dulu kan sedang tenar tenarnya penyanyi asal Toba Julius Sitanggang. Akhirnya di ujung nama saya Julius, dan terus melekat sampai sekarang.

Lantaran nama itu, Ia juga sempat tersendat dan gagal memperoleh suara mayoritas ketika terjun menjadi geuchik di desa Jelingke, kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh itu. "Ya faktornya bisa jadi lantaran namanya itu," sebut Heri.

Namun saya tidak berputus asa, mungkin itu jalan yang terbaik diberikan oleh Allah kepada saya," katanya.

Menurut Heri, dirinya mulai meninggalkan profesi seorang polisi sejak dirinya ditugaskan ke Meulaboh. Dan itu bukan menjadi persoalan bagi dirinya. Sebagai abdi negara saya siap dipindah tugaskan kemanapun.

Saat itu pasca tsunami banyak persoalan yang harus saya kerjakan.sebab pada saat pasca tsunami di gampong Jelingke saya dipercayakan sebagai koordinator pembangunan sehingga banyak persoalan persoalan yang harus saya benahi. Apalagi pada saat itu kan RI Gam sudah damai .

Para kombatan kombatan Gam turun mereka kumpul bersatu bersama masyarakat. Pada saat itu saya masih berprofesi polisi. Ya karena saya polisi ya bisa jadi mereka senang berteman sama saya. (*)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.