Header Ads

UUI Semakin Mengglobal



Kampus SIBER - Ann
Berasal dari kolaborasi yang ramah antara lembaga pendidikan tinggi di China dan Thailand, Forum Presiden Universitas Asia secara resmi didirikan pada tahun 2002 untuk memasukkan lembaga pendidikan tinggi di seluruh Asia. Sejak itu, forum tersebut telah diadakan setiap tahun di berbagai negara Asia dan telah memupuk hubungan dan kerja sama di antara lembaga yang berpartisipasi. Bahkan, kerja sama adalah inti dari misi forum, yang misinya adalah "Meningkatkan Komunikasi, Pertukaran Informasi, Berbagi Pengalaman, dan Mencari Pengembangan Bersama."

Hari ini, kita menghadapi era "Gangguan." Sejalan dengan perkembangan ini, 2018 Forum Presiden Universitas Asia (AUPF) yang telah diselenggarakan pada 6-8 November 2018 memilih untuk menyoroti fenomena "Gangguan" pada tema utamanya. “Para pemimpin di bidang pendidikan perlu mengidentifikasi potensi teknologi yang mengganggu untuk keuntungan mereka untuk menghindari kekuatan yang mengganggu dari teknologi ini,” ujar Rektor Universitas Kristen Petra, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng.

Dengan tema "Gangguan di Persimpangan Jalan: Keterlibatan yang Inovatif dan Tantangan Masa Depan untuk Pendidikan Tinggi," UKP telah menyiapkan serangkaian acara selama forum yang tidak hanya menarik, tetapi juga akan menghasilkan diskusi yang bijaksana dan bermanfaat serta jaringan peluang bagi para peserta. "Tema AUPF kali ini sejalan dengan visi dan misi UUI untuk bertekad menjadi universitas yang unggul dalam hal inovasi untuk meningkatkan daya saing di tingkat internasional," jelas Prof. Marniati, SE., MKes., Rektor UUI.

Selama acara AUPF ke-17 di UKP, peserta telah memperoleh wawasan dari lima pembicara terkemuka yang masing-masing akan membahas berbagai aspek dari tema forum. Pidato utama akan disampaikan oleh Prof. Ainun Na’im, Ph.D., Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi di Indonesia. Setelah sesi utama, dilanjutkan dengan empat pembicara internasional terkemuka, yaitu Prof. Dr. Jekuk Chang, Presiden Universitas Dongseo, Korea Selatan, Brigjen. Jen. Datuk Prof. Emeritus Dr. Kamarudin bin Hussin, Ketua Dewan Direksi dari Universiti Sultan Zainal Abidin, Malaysia, Prof. Dr. (H.C.). Ir. Rolly Intan, M.A.Sc., Dr. Eng., Rektor Universitas Kristen Petra pada tahun 2009–2017, Indonesia, dan Prof. Dr. hab. C. Eng. Janusz Szpytko - AGH Universitas Sains dan Teknologi, Krakow, Polandia.

Pada AUPF ke -17 tahun 2018 ini, UUI berhasil membuka kerjasama MoU dengan 10 universitas ternama di berbagai negara Asia. Adapun MoU yg sudah ditandatangani adalah Guangdong University of Foreign Studies (China), Dongseo University (South Korea), Philippines Normal University (Philippines), PanPacific University (Philippines), Ramon Magsasay Unuversity (Philippines), Vellore Institute of Technology (India), Daffodil International University (Bangladesh), Universitas Kristen Petra (Indonesia), STIE Perbanas (Indonesia) dan University Malaysia Perlis (Malaysia). Kesuksesan ini adalah berkat jejaring persahabatan Rektor UUI Prof. Marniati, SE., MKes. yang luas di seluruh Kawasan Asia.

Lebih lanjut Prof. Marniati, SE., MKes., menjelaskan bahwa UUI telah menyediakan beberapa paket program internasional yang menguntungkan kedua pihak, yaitu intern student mobility, extern student mobility, culture and social exchange, joint-research, joint-degree, international joint-conference dan scientific joint-publication. Hal tersebut sesuai dengan kebiasaan yang ada di dalam UUI yang memiliki misi menjadi World Class Cyber University. Dan untuk itu, Prof. Marniati, SE., MKes menyatakan kesiapannya untuk membantu seluruh mahasiswa UUI khususnya untuk dapat bersiang di tingkat internasional. Ini tidak lain hanyalah karena itikad baik dan tulus ikhlas dari segenap jajaran UUI untuk ikut membantu meningkatkan kualitas SDM seluruh masyarakat Aceh agar dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraannya di masa depan. (Pen-IBudhiarta).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.