Header Ads

Bra Aceh Gelar Seminar Penguatan Memperjuangkan Para Kombatan Gam






BANDA ACEH - ANN
Rabu (5/12) hari ini, genap 13 tahun lagi berjalan 14 tahun perjanjian damai Aceh (MoU Helsinki) ditandatangani. Tetapi proses reintegrasi dianggap masih juga belum sempurna, karena masih banyak hak-hak korban konflik yang belum terpenuhi.
“Reintegrasi ini belum sempurna, karena masih banyak hak korban yang belum terpenuhi. Ini pula yang menyebabkan muncul gerakan-gerakan seperti belum merata ke semua kepadda kombatan Gam yang ada di Aceh sekarang ini, Gambit, dan lain-lain,” kata Nota Dinas (ND) Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA), Tgk Yunus Sebagai Ketua Bra Aceh  kepada Aceh Nasional News,.
Oleh karena itu, melalui momen peringatan 13 tahun damai Aceh, masalah reintegrasi diharapkan bisa menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Pihaknya bahkan mendorong adanya komitmen yang lebih konkret, yakni dengan memasukkan damai Aceh dalam program strategis nasional.ujar tgk Ramli Sulaiman sebagai deputi Bra Aceh

Hal ini menjadi penting karena dana otonomi khusus Aceh terbatas, baik dari sisi anggaran dan tahun. Sementara perdamaian Aceh tidak bisa ‘diikat’ dengan tahun. “Kita akan dorong ke sana (program strategis nasional), di antaranya melalui forum-forum diskusi atau seminar Pengukuhan, sehingga Pemerintah Pusat ikut bertanggung jawab penuh mengawal proses damai Aceh,” timpalnya.
Selain itu, Mantan juru runding Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini juga meminta Pemerintah Pusat agar merealisasikan butir-butir yang telah disepakati dalam MoU Helsinki. Dengan demikian, damai Aceh yang bermartabat dan berkeadilan bisa berlangsung abadi. “Tentu saja, segala tanggung jawab dari para pihak harus dilaksanakan,” imbuh Ramli.
Terkait pelaksanaan peringatan 13 tahun damai Aceh hari ini, tgk Ramli, menjelaskan, acara ini  di Hotel Hermes palace, Banda Aceh. acara tersebut akan dihadiri 1.10 undangan, dari seluruh Aceh.
Sejumlah tokoh yang terlibat dalam proses damai Aceh juga ikut diundang, tokoh tokoh, seperti Abu Razak tgk Amni dan lain lain.
Selain itu, pihaknya juga mengundang dan jajaran, tokoh ulama, para taqwaddin Ombsman Aceh, perguruan tinggi, dan juga para mantan panglima. “Acara nanti akan diisi dengan pidato perdamaian oleh tokoh-tokoh perdamaian dan akademisi. Juga ada tausiah dari ulama,” sebut Tgk yunus.
Selain itu, juga dilaksanakan acara, juga seminar Pengukuhan tentang perdamaian ini melihat sekarang banyak yang menikah di luar Aceh, masih banyak belum ada buku nikah ini kita yang kita perhatikan ujar.tgk Ramli Sulaiman.(s)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.