Header Ads

Siap Menerima Menghadapi Tangtangan Besar Yang Terjadi Revolusi 4,0



Jakarta - Ann
Mahasiswa yang tengah menuntut ilmu harus bersiap menghadapi tantangan besar yang terjadi era Revolusi Industri 4.0 yang terjadi saat ini. Perubahan pola baru ini membawa dampak terciptanya jabatan dan keterampilan kerja baru dan hilangnya beberapa jabatan lama.

Tantangan itu  harus dihadapi sesuai  pola kerja baru  yang tercipta dalam  revolusi 4.0. Satu faktor yang penting adalah ketrampilan dan kompetensi yang harus tetap secara konsisten ditingkatkan,” kata Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Dirjen Binapenta & PKK) Maruli Hasoloan mewakili Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri Pointers Kegiatan
“Bank Indonesia Edukasi Ratusan Mahasiswa Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0”
Menghadapi perubahan zaman akibat revolusi industri menjadi salah satu topik yang sering dan sedang hangat untuk diperbincangkan. Revolusi Industri 4.0 atau yang sering disebut sebagai era disruption disebabkan oleh perkembangan teknologi yang mengubah sendi-sendi kehidupan mulai dari gaya hidup, ekonomi, sosial, hiburan. Perubahan tersebut menurut ekonom Joseph Schumpeter disebut sebagai Creative Destruction, yaitu kemunculan inovasi yang meruntuhkan/menggeser pelaku-pelaku lama yang telah mapan.
Berlatar belakang tersebut Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah pada Jumat, 16 Nov 2018 menyelenggarakan kegiatan Talkshow dengan tema “Aceh dalam menghadapi industrial disruption 4.0”. Tampil sebagai pembicara yaitu Kepala Perwakilan BI Prov Aceh, Z. Arifin Lubis dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, Ir. Hefrizal Ibrahim, M.Si. Kegiatan tersebut dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari beberapa universitas baik di dalam maupun di luar Aceh.
Pada kesempatan tersebut, Z. Arifin Lubis mengungkapkan bahwa potensi perkembangan ekonomi digital akan terus berkembangan dan menciptakan kondisi baru yang dinamakan “New Normal”. Kondisi ini mencerminkan bahwa perubahan-perubahan akan semakin dinamis. Beliau mencontohkan perkembangan perangkat telekomunikasi dari berbasis analog menjadi digital, kehancuran singkat perusahaan besar seperti Nokia, Blackberry dsb. Serta terguncangnya beberapa industri mapan seperti Industri musik, perfilman, buku, hotel, transportasi, komunikasi, hingga industri perbankan.
Z. Arifin juga menegaskan bahwa mahasiswa-mahasiswa harus sudah mulai berfikir dari sekarang dan melatih diri untuk terus adaptif terhadap perkembangan zaman khususnya terkait perkembangan teknologi. Z. Arifin menambahkan bahwa kejelian dalam mengamati permasalahan menjadi kunci untuk berhasil membuat terobosan baru. “saya sangat berharap dari Unsyiah dapat muncul Jack-Ma, Jack-Ma, baru yang mampu membawa perubahan besar bagi Aceh.
Senada dengan Z. Arifin, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, Ir. Hefrizal Ibrahim yang juga alumnus Unsyiah menyampaikan bahwa mahasiswa harus mulai terbiasa dengan kondisi seperti ini. Siap atau tidak, dunia baru yang berbasis teknologi sudah terbentuk dan untuk bisa survive menghadapi perubahan. Beliau juga menambahkan bahwa adaptasi menjadi kunci untuk bisa bertahan dank unci agar dapat beradaptasi adalah kesediaan untuk menerima perubahan dan mau mempelajari perubahan.
Kegiatan ini talkshow ini merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan Festival Ilmiah Pembangunan yang diselengarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Ekonomi Pembangunan Unsyiah.(*)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.