Header Ads

#WARGA PATERIK TOLAK PEMBANGUNAN IPAL#



Banda Aceh- Menanggapi pernyataan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman (Perkim) Kota Banda Aceh Jalaluddin, sebagaimanana diberitakan oleh media cetak maupun online yang menyatakan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (APAL) Komunal saat ini sedang dibangun pada tiga lokasi yang salah satunya di Lorong Barat 11 Dusun Seulanga Gampong Panteriek, Lueng Bata rupanya terjadi penolakan dari masyarakat setempat.

Hal ini diungkapkan oleh salah seorang warga yang mewakili masyarakat Lorong Barat 11 dan 12 Dusun Seulanga yaitu Zulkarnaini, S.H.,M.H. Menurut dia pembangunan IPAL di tempatnya terjadi penolakan dari warga, namun pihak Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Perkim tidak menggubris hal tersebut. Padahal masyarakat sudah melayangkan surat keberatan katanya. “Kami sudah melayangkan surat keberatan terhadap pembangunan IPAL di dusun kami yang ditandatangani oleh seluruh masyarkat, tapi proyek tersebut tetap saja dilanjutkan. Sepertinya ini hanya proyek untuk mencari keuntungan saja” kata warga tersebut yang akrab disapa Bang Zoel kepada awak media (7/12).

Menurutnya, sebelum proyek IPAL tersebut dikerjakan masyarakat setempat di Dusun Seulanga khususnya Lorong Barat 11 dan 12 tidak diberitahukan oleh pihak pelaksana. Namun ketika masyarakat melihat ada kegiatan pembangunan dan selanjutnya mempertanyakan kepada pelaksana, katanya akan ada pembangunan IPAL. Masyarakat tidak menyetujui pembangunan IPAL dilokasi tersebut, dan pihak pelaksana akan memindahkan ke lokasi lain. Tapi saat proses pembangunan dilaksanakan tidak ada pemindahan lokasi.

“Berdasarkan informasi, IPAL Komunal tersebut akan menampung limbah sekitar 50 rumah warga sekitar, baik dari Dusun Kali maupun dari Dusun Seulanga. Sebenarnya program ini sangat bagus jika berjalan sesuai harapan, tapi yang sudah ada saja di Lorong Barat 7 tidak berfungsi. Kami meminta kepada pengawasa proyek tersebut untuk mengevaluasi terlebih dahulu IPAL di Lorong Barat 7 yang tidak mau digunakan oleh masyarakat. Jangan langsung membangun yang baru karena yang lama saja masih bermasalah “ sebut Bang Zoel.

“Pada prinsipnya kami masyarakat sangat mendukung program pembangunan IPAL tersebut, namun tidak pada lokasi yang dibangun saat ini. Karena masih ada lokasi alternative lain untuk pembangunan IPAL tersebut. Lokasi yang dibangun saat ini disamping rumah warga dan merupakan tempat pusat kegiatan warga setempat, jadi kami sangat berharap pembangunan itu dapat dihentikan dan dipindahkan ke lokasi yang lainnya” tutup Bang Zoel.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.