Header Ads

PEMA Abulyatama Galang Dana Peduli Sentani Di Tabliq Dhuha Ust. Abdul Somad. Lc



ACEH BESAR  -  ANN
Musibah banjir yang melanda di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, membuat seluruh rakyat Indonesia bersedih. Peristiwa ini mengetuk hati puluhan mahasiswa untuk melakukan kegiatan aksi solidaritas penggalangan dana. Aksi sosial ini dilakukan oleh Pemerintahan Mahasiswa Universitas Abulyatama (PEMA UNAYA) Banda Aceh dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Banda Aceh di Universitas Abulyatama Banda Aceh, Kamis (4/4).


Aksi kemanusiaan untuk sentani ini dilakukan saat memperingati hari Isra dan Mi’raj serta kegiatan Tabliq Dhuha di kawasan kampus Universitas Abulyatama Banda Aceh, Tabliq Dhuha ini juga di hadiri oleh Ustazd Abdul Somad Lc dan jajaran civitas akademika.

Menurut Presiden Mahasiswa Universitas Abulyatama, Rahmatun Phounna, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan rasa solidaritas antar sesama saudara setanah air, serta untuk meringankan beban korban yang terkena musibah banjir yang melanda di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

"Dana yang terkumpul sementara saat ini Rp.6.200.400, dana yang terkumpul akan disalurkan melalui ACT Kota Banda Aceh. Saat ini masyarakat masih membutuhkan banyak bantuan seperti baju layak pakai, pampers dan susu untuk balita," jelasnya.


Phounna berharap dana yang terkumpul untuk sentani bisa meringankan keluarga korban yang terkena musibah. Begitupun penggalangan dana yang dilakukan mengingat banyak di antara masyarakat yang meninggal dunia.

"Tercatat 113 orang meninggal, dan 94 hilang, serta ratusan masyarakat yang mengalami luka parah.
Penggalangan dana ini sebagai bentuk kepedulian kita kepada masyarakat sentani yang membutuhkan uluran tangan kita," ungkapnya.


Ia mengatakan, penggalangan dan bantuan yang disalurkan tidak memandang ras, suku agama dan budaya yang berbeda karena ini persoalan kemanusiaan.

"Kami juga mengajak kepada seluruh masyarakat aceh untuk membantu saudara kita korban banjir di sentani sebagai wujud komitmen kita dalam bernegara dengan azaz persatuan indonesia," demikian Rahmatun Phounna.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.