Header Ads

Disdik Aceh Mengajak Sholat Subuh Bersama Pejabat Aceh Tamiang






Aceh Tamiang - ANN
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh mengajak kalangan pendidik dan pejabat di Aceh Tamiang untuk membiasakan salat Subuh berjamaah. Hal ini sebagai bagian dari mewujudkan pendidikan berkarakter di Aceh.

“Salah satu program Dinas Pendidikan Aceh untuk menumbuhkembangkan bangsa berkarakter, yaitu melaksanakan salat subuh berjamaah, sebagai awal dari semua aktivitas yang akan dilakukan pada setiap hari,” kata Kadisdik Aceh Drs Rahmat Fitri HD MPA usai salat subuh berjamaah, Senin (21/10/2019), di Masjid Syuhada di Gampong Bundar, Karang Baru, Aceh Tamiang.

Dalam kajian Subuh itu dia mengatakan, tak mudah mewujudkan pendidikan berkarakter, yang merupakan bagian dari program Aceh Carong Pemerintah Aceh. Sebab, karakter harus terbentuk dari keikhlasan hati.

Rahmad Fitri menjelaskan, guna merealisasikan segala doa yang selama ini belum terjawab, maka perlu melakukan pendekatan dengan Allah Swt. Salah satu usaha yang harus dilakukan manusia yang beriman, khususnya guru di wilayah Aceh Tamiang, katanya, adalah melakukan gerakan Subuh berjamaah.

“Dengan Subuh berjamaah, maka kita mulai kehidupan setelah kematian sesaat, yaitu tidur sebagai modal untuk beribadah hari esok,” ujar Kadisdik Aceh.

Dia menambahkan, “jika kita dekat dengan Allah, pasti akan mudah untuk mendapatkan keinginan. Allah tidak akan pernah keliru memberikan rezeki kepada hambanya.”

Salat Subuh berjamaah tersebut turut dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang, Sekdakab, Ketua DPRK terpilih, Kapolsek Karang Baru, Kepala SKPK, Kepala Cabdin Pendidikan Aceh Tamiang, kepala SMA Wilayah Tamiang, dan masyarakat.

Bupati Aceh Tamiang H Mursil memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada program Disdik Aceh itu. Ia menyatakan akan mendukung secara profesional dan proporsional tentang gerakan salat Subuh berjamaah karena selaras dengan program Pemkab Aceh Tamiang.

Sebagai penutup, bupati berharap agar Disdik Aceh dapat mengubah status sekolah swasta menjadi negeri di Wilayah Bumi Muda Sedia ini.

Sebab, kata bupati, masyarakat telah siap untuk menghibahkan tanah mereka demi kemajuan pendidikan di Tamiang.(red)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.