Header Ads

Cabang Disdik Aceh Berupaya Mensukseskan Aceh Carong Program Unggulan Pemerintah Aceh


Banda Aceh --- ANN
Provinsi Aceh terus berupaya mensukseskan Aceh Carong yang tak lain adalah program unggulan Pemerintah Aceh, termasuk melakukan kerjasama dengan lembaga-lembaga berkompeten dilevel Nasional seperti Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Pendidikan Jasmani (Penjas) dan Bimbingan Konseling (BK), di Bogor.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Rachmat Fitri HD, MPA, melalui Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Barat Daya, Syarbaini, M.Si, mengatakan pihaknya terus berupaya mensukseskan program unggulan Pemerintah Aceh bidang pendidikan yaitu Aceh Carong.

"Untuk itu, kita merintis program kerjasama kemitraan dengan P4TK Penjas dan Bimbingan Konseling Dirjen GTK Kemdikbud," ujar Syarbaini, Jum'at, (22/11/2019), di Bogor.

Ia menyebutkan, pertemuan empat Cabang Dinas Pendidikan Aceh ini berlangsung di kantor tersebut di Parung, Bogor, diterima Kepala P4TK Penjas dan BK, Dr Yaswardi M.Si.

"Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam dibahas sejumlah program kerja sama kemitraan antara kedua lembaga," sebutnya.

Dijelaskan, P4TK Penjas dan BK adalah lembaga yang melatih guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kebugaran (PJOK) dan guru Bimbingan Konseling (BK).

Ia mengharapkan kerjasama kemitraan dengan P4TK Penjas dan BK akan melahirkan sejumlah program strategis, baik terhadap pengembangan guru PJOK maupun guru BK.

"Tentunya kita berharap P4TK Penjas dan BK berhasil menjadikan Aceh sebagai pilot projek program strategis tersebut,” katanya.


Ia menyebutkan, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh yang menghadiri pertemuan tersebut yaitu Dra Lila Rosnilawati (Cabang Banda Aceh/Aceh Besar), Abdul Hamid S.Pd, M.Pd (Cabang Sabang), Teuku Aznal Zahri SSTP, M.Si (Cabang Aceh Utara) dan Drs Syarbaini M.Si (Cabang Aceh Barat Daya).

Dari P4TK Penjas dan BK hadir Kepala P4TK Penjas dan BK, Dr Yaswardi M.Si, Kepala Bidang Program dan Kerja Sama Teguh Santoso serta Widyaiswara Musyarafah dan Aris.

Kepala P4TK Penjas dan BK, Dr Yaswardi M.Si, menjelaskan pihaknya sedang melaksanakan berbagai program kerja. Lembaga yang dipimpinnya itu juga memiliki laboratorium BK yang lengkap.

"Kami menyebutnya lab BK humanis," ujar mantan Kepala LPMP Sumatera Selatan ini.

Yaswardi menyatakan, bahwa perhatian terhadap guru PJOK dan BK ini masih belum optimal. Itu sebabnya ia mengharapkan Pemerintah Aceh agar mengoptimalkan peran guru Penjas dan guru BK di sekolah.

Pihaknya terus meningkatkan peran dalam membina kompetensi guru PJOK dan guru BK. "PJOK penting diajarkan. Mata pelajaran ini mendidik siswa untuk disiplin, kejujuran, dan mengajarkan pola hidup sehat,” katanya.

Selain itu, lanjut Kapus, peran guru BK juga sangat penting dalam proses pendidikan. Bukan hanya memberi layanan konseling, guru BK juga memberi layanan klasikal kepada siswa. "Bahkan sekarang, guru BK wajib mengajar 2 jam dalam seminggu,” katanya.

Yaswardi menyambut baik kunjungan kepala Cabdisdik Aceh untuk merintis kerja sama kemitraan dengan P4TK Penjas dan BK. Sebelum melangkah ke tahapan lebih lanjut, ia meminta kedua pihak menuangkan komitmen kerja sama tersebut ke dalam sebuah dokumen kerja sama.

"Dengan demikian, berbagai kegiatan yang akan dikerjasamakan nantinya memiliki dasar hukum yang jelas. Supaya hasilnya legal,” katanya.

Menyambut gagasan ini, ia mengatakan, segera merancang crash program berupa workshop bagi guru master untuk bidang studi PJOK dan guru BK.

Untuk itu dia meminta para kepala Cabdisdik agar mengumpulkan sejumlah guru PJOK dan BK di sebuah lokasi.

“Kita akan bicarakan bagaimana konsep pembelajaran PJOK dan peran guru BK yang ideal. Semacam penyamaan persepsi,” katanya. []

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.