Header Ads

Gubernur Minta Hapkido Aceh Susun Program Kerja


Kadispora Aceh, Dedy Yuswadi AP, saat membacakan sambutan Gubernur Aceh pada acara pengukuhan pengurus baru sekaligus Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengda Hapkido Aceh di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Sabtu (6/2/2021).

BANDA ACEH – ANN

Gubernur Aceh Nova Iriansyah meminta pengurus daerah (Pengda) Hapkido Aceh yang baru untuk menyusun program kerja terbaik, sebagai upaya meletakkan fondasi yang kokoh bagi Hapkido di Aceh.

“Saya optimis akan banyak yang menyukai olahraga Hapkido, seperti antusiasme masyarakat terhadap karate, silat, jujitsu atau olahraga bela diri lainnya. Namun semua itu sangat tergantung dengan kinerja Pengda Hapkido Aceh dalam mengembangkan dan mempromosikan Hapkido. Jika sukses, tentu olahraga ini makin membumi di Aceh.”

Hal itu dikatakan Gubernur Aceh dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kadispora Aceh, Dedy Yuswadi AP, pada acara pengukuhan pengurus baru sekaligus Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengda Hapkido Aceh di Hotel Grand Nanggroe, Sabtu (06/02/2021) pagi.


Nova mengakui jika bisa jadi saat ini belum banyak warga Aceh yang mengenal secara baik Hapkido, karena baru masuk ke Indonesia, setelah sebelumnya Taekwondo dan Yong Moo Do yang juga dari Korea Selatan. Hapkido masuk ke Indonesia tahun 2013, namun olahraga itu telah hadir secara merata di seluruh propinsi di Indonesia. Bahkan atlet Hapkido Indonesia sempat meraih juara umum di Korea dan Singapura, dimana termasuk atlet Hapkido Aceh di dalamnya.

Kata Gubernur, olahraga ini mengembangkan spirit kebersamaan, disiplin diri dan kecepatan. “Saya sangat bangga sebab olahraga Hapkido mulai berkembang di daerah kita Aceh. Hal itu sejurus dengan komitmen Pemerintah Aceh untuk memajukan olahraga di Aceh, dalam kaitan visi-misi Aceh Teuga,”kata Gubernur.

Dalam kaitan prestasi, Nova juga optimis nantinya akan lebih banyak lahir atlet atlet Hapkido Aceh yang akan mampu mengukir prestasi di level nasional maupun internasional.

Khusus menghadapi PON 2021 di Papua diharapkan atlet Hapkido Aceh bisa berpartisipasi dalam event eksebisi, namun pada PON 2024 akan mampu menjadi ruan rumah serta menjadi tuan rumah.  aat PON 2024 di Aceh.

“Pemerintah Aceh siap mendukung atlet atlet Hapkido Aceh untuk tampil di level nasional. Yang penting sistem pembinaannya harus tepat, terarah dan efektif.”

Pada bagian akhir sambutannya, Gubernur Nova berharap Rakerda Hapkido Aceh itu dapat berjalan sesuai harapan, sehingga pengurus mampu menyusun dan merancang program secara terarah dan terukur.

Lebih dari itu kehadiran Hapkido di Aceh akan lebih melecut semangat warga Aceh untuk menekuni olahraga bela diri dan membangun citra positif generasi muda aceh, terutama untuk menjadi sosok yang berprestasi.

“Selamat melaksanakan Rakerda, mudah mudahan akan menorehkan sejarah baru dalam dunia olahraga beladiri atau olahraga umum lainnya di Aceh,” pungkas Nova.

Pengda Hapkido Aceh yang baru itu diketahui oleh Amal Hasan SE MSi, serta sekretaris, Said Ali Rafsanjani SE serta didukung perangkat pengurus harian lainnya, termasuk seksi seksi. Amal Hasan terpilih secara aklamasi dalam pemilihan yang berlangsung demokratis Desember 2020 lalu. Menggantikan Irwan Johan sebagai ketua perdana Hapkido Aceh.

Pengurus baru itu dikukuhkan oleh Wakil Ketua Pengurus Besar Hapkido Indonesia (PBHI) , Widi Nugroho Sahid, dan ikut dihadiri oleh Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abubakar (Abu Razak), Pengcab Hapkido se Aceh serta para pegiat olahraga lainnya.[]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.