Header Ads

Judul Iklan

Sungguh Tega!! Bayi Diduga Dibuang Berjenis Kelamin Laki-Laki Di Bener Meriah.

Bener Meriah I ANN.co.idSeorang bayi tak berdosa diduga dibuang dan ditemukan oleh warga di  pos sumbangan tepat di pinggir jalan Bireuen-Takengon tepatnya di Kampung Alur Cincin.
Kata Kapolres Bener Meriah AKBP Agung Surya Prabowo, S.I.K melalui Kasat Reskrim Polres Bener Meriah Iptu Bustani, S.H, M.H menjelaskan kronologi kejadiannya kepada awak media ini sekitar pukul 23:00 WIB, warga Kampung Alur Cincin menemukan bayi berjenis kelamin laki-laki.Di Kampung Alur Cincin Kecamatan Pintu Time Gayo Kabupaten Bener Meriah.Minggu ( 29 /08/21).
Berawal lewat suara tangisan bayi tersebut didengar oleh salah seorang warga yang Dedi Darmawan (19) warga Kampung Alur Cincin, Sekira pukul 19.30 WIB
Kemudian Dedi mengatakan kepada orang tuanya seperti ada suara tangisan bayi  selanjutnya orang tua Dedi yang bernama Rusmiati, menyuruh anaknya yang bernama Pitra Ariga, untuk  mencari dari mana sumber suara tangisan bayi tersebut.
lalu Pitra Ariga keluar rumah  ketika keluar rumah berjumpa dengan warga yang juga mendengar suara tangisan bayi  kemudian bersama sama menuju pos darma sedekah yang berada dipinggir  jalan Takengon - Bireuen Kampung Alur Cincin kecamatan  Pintu Rime Gayo kabupaten Bener Meriah dan mendapati bahwasanya ada bayi tanpa memakai baju hanya menggunakan pempes.
Didekat bayi tersebut didapati dalam plastik warna hijau 1 bungkus pempes dan tisu basah.
Kemudian bayi tersebut dibawa oleh warga kerumah salah satu warga yang bernama Rakim, untuk mendapatkan pertolongan.
Setelah diperiksa oleh bidan desa diketahui kondisi bayi dalam keadaan sehat.
Bayi tersebut diperkirakan dibuang oleh orang tuanya lantaran hubungan gelap.
"Saat ini bayi sudah ditangani oleh bidan desa dan bidan dari puskesmas Belang Rakal untuk perawatan akan dibawa ke RSU muyang kute bener meriah, selanjutnya akan di tangani oleh dinas Sosial Kabupaten Bener Meriah" tutup Iptu Bustani.(Lubis BM).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.