Iklan

Category 2

Dinas Mobilitas penduduk Gelar 20.735 Kantong Darah Terkumpul dari ASN Pemerintah Aceh Sejak 2020

2/14/22, Senin, Februari 14, 2022 WIB Last Updated 2022-02-14T14:10:22Z
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, Akmil Husen, SE, M.Si.,saat mengikuti kegiatan donor darah ASN Pemerintah Aceh di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, Banda Aceh, Senin (14/2/2022).

BANDA ACEH— Kegiatan donor darah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Aceh terus berlanjut. Sepanjang berjalannya tahun 2022 sudah terkumpul sebanyak 500 kantong. Sementara jumlah akumulatif sejak pertama digelar pada Mei 2020 sudah 20.735 kantong.

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Muhammad Iswanto, melaporkan, pada Senin (14/2/2022) kegiatan donor darah Pemerintah Aceh berlangsung di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) dan Dinas Ketenagakerjaan dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk).

Dalam kegiatan di dua kantor tersebut berhasil terkumpul 134 kantong darah. Sementara itu, satu orang ASN dari Biro Perekonomian Setda Aceh mendonorkan darah secara mandiri ke Kantor PMI Banda Aceh.

“Alhamdulillah hari ini ada 135 orang ASN Pemerintah Aceh yang mendonorkan darah, kegiatan ini akan terus berlanjut, ” kata Iswanto .

Iswanto mengapresiasi antusias donor darah ASN di kedua Dinas tersebut. Ia mengatakan, capaian donor darah di dinas tersebut melebihi 100 persen.

Lebih lanjut, Kepala Biro Administrasi Pimpinan itu merasa bersyukur donor darah yang digagas Gubernur Aceh sejak Mei 2020 terus antusias diikuti oleh ASN Pemerintah Aceh sesuai dengan jadwal jatah mendonor.

“Bahkan pak gubernur dan pak Sekda merupakan pendonor darah rutin di PMI Kota Banda Aceh, ” kata Iswanto.

Ia berharap kegiatan donor darah itu juga dapat diikuti oleh ASN di bawah kewenangan pemerintah kabupaten/kota.

Iswanto menjelaskan, ada begitu banyak masyarakat yang membutuhkan darah. Bahkan ada sebagian orang yang hidupnya tergantung pada donor darah orang lain, seperti pasien thalassemia.

Pasien thalassemia adalah mereka yang membutuhkan darah rutin, bahkan harus mendapatkan transfusi darah seumur hidup. Secara ilmu pengetahuan penyakit ini memang bisa dihindari, yaitu dengan tidak menikah antar-sesama penderita. Caranya adalah dengan terlebih dahulu melakukan skrining sebelum menikah.

“Donor darah ini selain mendapatkan pahala karena membantu sesama, kita juga memiliki badan yang sehat, ” ujar Iswanto.[•]

Komentar

Tampilkan

Terkini