Banda Aceh – Ketua Umum organisasi PPA menyerukan pentingnya membuka ruang dialog yang sehat, terbuka, dan konstruktif bagi mahasiswa di Aceh sebagai bagian dari upaya memperkuat demokrasi dan partisipasi generasi muda dalam pembangunan daerah.
Dalam keterangannya, ia menilai mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dan penyambung aspirasi masyarakat. Karena itu, berbagai persoalan sosial, pendidikan, hingga kebijakan publik seharusnya dibahas melalui komunikasi yang baik antara mahasiswa, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, ruang dialog yang terbuka dapat menjadi sarana untuk menyampaikan kritik, gagasan, dan solusi secara bijak tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan. Ia juga mengajak seluruh elemen untuk menjaga kondusivitas serta mengedepankan musyawarah dalam menyikapi berbagai dinamika yang berkembang di Aceh.
“Mahasiswa adalah mitra strategis dalam pembangunan daerah. Aspirasi mereka perlu didengar dan dijadikan bagian dari proses pengambilan kebijakan,” ujarnya.
PPA juga berharap pemerintah daerah, kampus, dan organisasi kepemudaan dapat bersama-sama membangun budaya diskusi yang sehat demi terciptanya iklim demokrasi yang lebih baik di Aceh.
Seruan tersebut mendapat respons positif dari berbagai kalangan yang menilai dialog terbuka menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi antara mahasiswa dan pemerintah demi kemajuan daerah.[]