• Jelajahi

    Copyright © Aceh Nasional News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Category 2

    Gepeng Kian Meresahkan di Pidie, Anak dan Bayi Ikut Mengemis di Lampu Merah, Tokoh Pemuda Desak Penertiban.

    11/02/26, Senin, November 02, 2026 WIB Last Updated 2026-11-02T11:09:19Z
    PIDIE – Maraknya gelandangan dan pengemis (gepeng) yang berkeliaran di Kabupaten Pidie, Aceh, semakin meresahkan masyarakat. Keberadaan mereka tidak hanya terlihat di persimpangan lampu lalu lintas, tetapi juga di depan pertokoan hingga memasuki permukiman warga.

    Menanggapi kondisi tersebut, Mantan Presiden Mahasiswa Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Sigli, Khaifan Sasmita, S.Sos., yang akrab disapa Abi Khais, menyerukan kepada pemerintah daerah agar segera melakukan penertiban secara tegas dan humanis.

    Khaifan, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Pemuda Dewan Da'wah Kabupaten Pidie, menyampaikan hal tersebut kepada media online Aceh Nasional News (ANN), Sabtu (1/11/2026).
    Menurut pantauan di lapangan, para gepeng kerap menghampiri pengendara yang berhenti di lampu merah, khususnya di kawasan Simpang Arakatee. Selain itu, mereka juga mendatangi pertokoan, kawasan terminal, serta rumah-rumah warga untuk meminta-minta.

    Kondisi tersebut dinilai mengganggu ketertiban umum, membahayakan keselamatan pengguna jalan, serta menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

    “Situasi ini sangat meresahkan. Sekarang gepeng sudah ada di mana-mana. Yang lebih memprihatinkan, ada yang melibatkan anak kecil hingga bayi dalam gendongan. Mereka berkeliaran di lampu lalu lintas dan bahkan mendatangi rumah warga,” ujar Abi Khais.

    Ia menilai persoalan gepeng bukan semata-mata berkaitan dengan kemiskinan, tetapi juga menyangkut ketertiban umum dan citra Kabupaten Pidie. Menurutnya, pembiaran terhadap fenomena tersebut dapat memicu kecelakaan lalu lintas dan memperluas keresahan sosial.

    Abi Khais juga menyoroti bahwa sebagian gepeng yang beraktivitas di Pidie diduga berasal dari kabupaten atau kota lain.
    “Pidie merupakan daerah yang harus kita jaga ketertiban dan kenyamanannya. Kami meminta instansi terkait segera melakukan penertiban dan pendataan terhadap para gepeng. Jika mereka warga Pidie, hendaknya dibina dan diberikan pelatihan kerja agar bisa mandiri. Jika berasal dari luar daerah, perlu dilakukan koordinasi dengan pemerintah daerah asal untuk penanganan lebih lanjut,” tegasnya.
    Selain meminta pemerintah bertindak, Abi Khais mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyalurkan sedekah agar tepat sasaran dan tidak mendorong kebiasaan mengemis di jalanan.

    “Jangan membiasakan memberi di lampu merah karena dapat membahayakan mereka maupun pengguna jalan. Mari kita bersama-sama menjaga ketertiban dan kenyamanan Kabupaten Pidie,” pungkasnya.(Moes@83)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini