Iklan

Category 2

Panahan Indonesia Open Alami Progres, Siap Digelar di Banda Aceh

5/12/22, Kamis, Mei 12, 2022 WIB Last Updated 2022-05-12T06:48:35Z

Panitia bersama pihak Dispora Aceh membahas berbagai kesiapan, desain area perlombaan, peninjauan lapangan di lapangan Tugu Darussalam, Banda Aceh, Kamis (11/5/2022). Humas Perpani Aceh.

Banda Aceh - Ketua Umum Pengurus Provinsi Perkumpulan Panahan Indonesia (Pengprov Perpani) Aceh, Prof Dr Nyak Amir M.Pd menyebutkan persiapan kejuaraan panahan terbuka Indonesia atau Indonesia Open terus alami kemajuan.


"Saat ini berbagai persiapan sudah mencapai 90 persen," sebut Nyak Amir kepada kepada wartawan Kamis (12/5/2022).


Nyak Amir menyatakan, Indonesia Open yang juga sirkuit nasional stage I siap digelar 22 hingga 28 Mai 2022. "Untuk memastikan kesiapan, kita juga sudah mendasain dan arena perlombaan lapangan Tugu Darussalam, Rabu (11/5)," ujar Nyak Amir yang didamping Ketua Panitia, Kolonel (Purn) Dr Ahmad Husein, S.MA.


Ia mengungkapkan, hingga saat ini yang mendaftar juga sudah mencapai 400 pemanah dari 43 klub berasal dari 11 provinsi.


"Sudah 30 persen peserta dari luar Aceh yang mendaftar yaitu sebagian besar provinsi di Sumatera. Dari DKI Jakarta, Kalimantan dan Timur. Target kita kejuaaraan ini diikuti 500 pemanah," katanya.


Kecuali itu, sebutnya, delapan atlet Aceh yang sedang menjalani pemusatan latihan daerah (Pelatda) persiapan PON XXI/2024 siap ambil bagian pada event ini.


Katanya, event ini uga sebagai ajang simulator bagi Aceh sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI bersama Sumatera Utara tahun 2024, karena cabang panahan diperlombakan di Aceh.


Nyak Amir menjelaskan, Indonesia Open/Sirnas Stage I akan memperlombakan divisi recurve, compound, nasional dan barebow perorangan, beregu putra-putri dan beregu mix team. Memperebutkan 31 medali emas, 31 perak dan 31 perunggu.


Dijelaskannya, Indonesia Open sebagai kelender event PB Perpani untuk menentukan rangking atlet panahan Indonesia, mengukur dan mengevaluasi hasil pembinaan dan mendeteksi pemanah untuk multi event dan single event.


Profesor bidang olahraga yang dikukuh beberapa waktu lalu di Universitas Syiah Kuala (USK) ini menyebutkan, melalui event tersebut dapat memperkenalkan, mempromosi budaya dan parawisata Aceh di masyarakat nasional dan Internasional.


Sebagai catatan, Pengprov Perpani Aceh yang dinakhodai Nyak Amir ini, sebelumnya juga telah menggelar kejuaraan berskala nasional dan internasional, pertama kejuaraan nasional (Kejurnas) 2017, Kejurnas antar klub 2019, kejuaraan international 2021. (*).

Komentar

Tampilkan

Terkini