Sigli – Pemerintah Kabupaten Pidie mendorong penguatan tata kelola Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mon Krueng Baro untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Selain dituntut profesional dalam operasional, badan usaha milik daerah tersebut diminta melakukan audit internal menyeluruh terhadap aset dan data pelanggan guna menekan kebocoran serta meningkatkan pendapatan daerah.
Hal itu ditegaskan oleh Bupati Pidie, H. Sarjani Abdullah, S.H., dalam acara serah terima jabatan Direktur Perumdam Tirta Mon Krueng Baro dari pejabat lama Ramadhan Kahar kepada direktur baru Sri Wahyuzha, S.Pd., di Sigli, Selasa (6/1/2026).
Bupati Sarjani menekankan bahwa posisi direktur bukan sekadar jabatan administratif, melainkan amanah strategis karena menyangkut hajat hidup orang banyak.
"Perumdam memiliki fungsi ganda: fungsi sosial sebagai penyedia akses air bersih yang sehat dan fungsi ekonomi sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Keduanya harus berjalan beriringan," ujarnya.
Dalam catatan Pemkab Pidie, salah satu tantangan terbesar pengelolaan air minum di daerah adalah infrastruktur yang mulai menua dan ketidaksinkronan data. Oleh karena itu, Bupati menginstruksikan direksi baru untuk segera melakukan pendataan aset secara presisi, baik aset bergerak maupun tidak bergerak.
"Kita butuh data yang lengkap dan akurat untuk mengidentifikasi mana aset yang masih optimal dan mana yang rusak. Tanpa data aset yang benar, perbaikan dan peningkatan layanan hanya akan menjadi langkah yang meraba-raba," tegas Sarjani.
Selain aset fisik, validasi jumlah pelanggan juga menjadi sorotan.
Pendataan pelanggan secara pasti dinilai menjadi basis krusial untuk mengevaluasi kualitas pelayanan sekaligus merencanakan ekspansi cakupan layanan ke wilayah yang selama ini belum teraliri air bersih secara maksimal.
Tantangan Profesionalisme
Kehadiran Sekretaris Daerah Kabupaten Pidie, Drs. Samsul Azhar, dan jajaran Dewan Pengawas dalam sertijab tersebut mempertegas komitmen pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan terhadap BUMD. Perumdam diharapkan mampu bertransformasi menjadi perusahaan yang profesional dan berkelanjutan secara finansial.
"Pengelolaan harus dilakukan secara serius. Kita ingin melihat kemajuan nyata, bukan sekadar rutinitas operasional. Efisiensi harus ditingkatkan agar beban biaya tidak membengkak," tambahnya.
Direktur baru Perumdam Tirta Mon Krueng Baro, Sri Wahyuzha, kini memikul tanggung jawab besar untuk membenahi persoalan teknis di lapangan, termasuk respons cepat terhadap keluhan pelanggan yang selama ini menjadi parameter utama kepuasan publik di Kabupaten Pidie.


