• Jelajahi

    Copyright © Aceh Nasional News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Category 2

    Otoritas Jasa Keuangan Perkuat Ketahanan dan Integritas Sektor Jasa Keuangan

    3/03/26, Selasa, Maret 03, 2026 WIB Last Updated 2026-03-03T12:00:50Z

    Jakarta, 3 Maret 2026 – Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 25 Februari 2026 menilai stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Penguatan ketahanan industri dan integritas pasar terus menjadi fokus utama dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.


    🌍 Tantangan Global dan Kinerja Domestik
    Perekonomian global masih menunjukkan kinerja relatif baik, ditopang penguatan manufaktur dan pemulihan keyakinan konsumen. Namun, eskalasi tensi geopolitik di Timur Tengah serta dinamika kebijakan perdagangan Amerika Serikat menjadi risiko yang berpotensi meningkatkan volatilitas pasar keuangan global.


    Di dalam negeri, ekonomi Indonesia pada Triwulan IV 2025 tumbuh solid sebesar 5,39 persen (yoy), sehingga sepanjang 2025 mencapai 5,11 persen. Inflasi meningkat akibat efek basis rendah, sementara aktivitas manufaktur tetap ekspansif pada awal 2026.
    📊 Perkembangan Pasar Modal dan Bursa Karbon


    Tekanan di pasar saham domestik mulai mereda. IHSG pada 27 Februari 2026 ditutup di level 8.235,49 atau terkoreksi 1,13 persen (mtd).
    Kinerja industri pengelolaan investasi tetap positif:


    AUM mencapai Rp1.115,71 triliun
    NAB Reksa Dana Rp726,26 triliun
    Investor pasar modal tumbuh menjadi 22,88 juta (ytd +12,34%)
    Di Bursa Karbon, sejak diluncurkan 2023 hingga Februari 2026 tercatat 153 pengguna jasa dengan akumulasi nilai transaksi Rp91,87 miliar.


    OJK juga menegakkan hukum dengan mengenakan sanksi administratif dan denda kepada sejumlah emiten dan pihak terkait guna memperkuat integritas pasar.
    🏦 Kinerja Perbankan Tetap Solid
    Kredit per Januari 2026 tumbuh 9,96 persen (yoy) menjadi Rp8.557 triliun, didorong pertumbuhan Kredit Investasi sebesar 22,38 persen.
    Indikator kesehatan perbankan tetap terjaga:
    NPL Gross: 2,14 persen
    CAR: 25,87 persen
    LCR: 197,92 persen
    Likuiditas memadai dan permodalan kuat menjadi bantalan menghadapi ketidakpastian global.
    🛡️ Penguatan Sektor Asuransi dan Dana Pensiun
    Aset industri asuransi mencapai Rp1.214,82 triliun (yoy +5,96%).
    Dana pensiun tumbuh 11,21 persen menjadi Rp1.686,11 triliun.
    Risk Based Capital (RBC) industri asuransi tetap jauh di atas ambang batas minimum 120 persen.


    💻 Inovasi Teknologi dan Aset Kripto
    Di sektor inovasi teknologi keuangan, hingga Februari 2026:
    25 penyelenggara ITSK terdaftar
    1.457 aset kripto dan 127 derivatif AKD diperdagangkan
    Jumlah konsumen aset kripto mencapai 20,70 juta
    OJK terus memperkuat pengawasan dan mengenakan sanksi administratif guna menjaga tata kelola dan perlindungan konsumen.
    🚫 Pemberantasan Keuangan Ilegal
    Melalui Satgas PASTI dan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), sejak awal 2026 OJK telah:


    Menghentikan 951 pinjaman online ilegal
    Memblokir ratusan ribu rekening terkait penipuan
    Mengembalikan dana korban scam sebesar Rp167 miliar
    Langkah ini mempertegas komitmen OJK dalam melindungi masyarakat dan menjaga kepercayaan terhadap sistem keuangan.


     Arah Kebijakan OJK 2026
    OJK menempuh strategi menjaga stabilitas dan memperkuat daya saing melalui:
    Reformasi struktural pasar modal
    Penguatan permodalan dan pengawasan perbankan
    Pengembangan keuangan digital dan syariah
    Penguatan tata kelola dan integritas industri
    Dengan berbagai langkah tersebut, OJK optimistis sektor jasa keuangan nasional tetap resilien dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di tengah tantangan global.[]
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini