SIGLI – Personel Polsek Mane bersama masyarakat Gampong Lutueng, Kecamatan Mane, Pidie, bahu-membahu membersihkan aliran sungai Krueng Meusen yang tersumbat akibat erosi, Minggu (3/5/2026).
Langkah ini diambil menyusul terjadinya perubahan arus sungai pasca-hujan deras yang mengguyur wilayah pegunungan tersebut pada Sabtu malam.
Informasi yang dihimpun, hujan lebat yang turun sejak sore hingga tengah malam pada Sabtu (2/5/2026) mengakibatkan erosi parah di Dusun Kota, Gampong Lutueng. Dampaknya, aliran sungai di sisi jembatan terbelah menjadi dua arah yang tak beraturan.
Satu aliran mengarah ke perkebunan warga, sementara aliran lainnya meluap hingga menerjang areal persawahan. Kondisi ini membuat sebagian lahan tani tertimbun pasir dan material lumpur, bahkan menciptakan alur sungai baru yang mengancam produktivitas pertanian masyarakat setempat.
Merespons kondisi tersebut, jajaran Polsek Mane segera turun ke lokasi untuk melakukan gotong royong bersama warga. Menggunakan peralatan seadanya, petugas dan masyarakat membersihkan material pasir dan tanah longsor yang menyumbat jalur utama sungai.
Kapolsek Mane menyebutkan, aksi ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap persoalan lingkungan yang berdampak langsung pada ekonomi masyarakat.
"Kami hadir tidak hanya untuk urusan keamanan, tetapi juga membantu warga menghadapi kendala lingkungan seperti ini. Fokus utama adalah mengembalikan fungsi aliran sungai agar lahan pertanian warga tidak semakin rusak," ujarnya.
Aksi cepat tanggap ini mendapat apresiasi dari masyarakat Gampong Lutueng. Warga berharap, dengan normalisasi aliran sungai secara gotong royong ini, ancaman luapan air ke sawah dapat diminimalisir sehingga aktivitas pertanian kembali berjalan normal.
Sinergi antara aparat dan warga di pedalaman Pidie ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan masih menjadi kunci utama dalam menghadapi dampak bencana alam di tingkat lokal.
Penulis: Mos@83
Editor: Redaksi
