Banda Aceh – Upaya memperkuat transparansi dan keterbukaan informasi publik terus digalakkan melalui kegiatan diskusi dan coffee morning bersama jurnalis yang berlangsung hangat dan interaktif.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, di antaranya KADIS KOMINSA ACEH Dr. Edi Yandra, S.STP., M.Si., Ketua Komisi Informasi Aceh Junaidi Surya, serta Raihan Fajri, M.Pd. Diskusi tersebut mengangkat tema penting terkait mediasi dan keterbukaan informasi publik, yang menjadi salah satu pilar dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.
Dalam pemaparannya, Dr. Edi Yandra menekankan pentingnya peran media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang transparan dan akurat kepada masyarakat. Ia juga mengajak semua pihak untuk terus meningkatkan pemahaman terhadap regulasi keterbukaan informasi.
Sementara itu ketua, Junaidi Surya menjelaskan bahwa (Kia) Komisi Informasi Aceh memiliki peran penting dalam menyelesaikan sengketa informasi melalui mekanisme mediasi. Ia menilai, pemahaman yang baik dari badan publik dan masyarakat dapat meminimalisir terjadinya konflik informasi.
Raihan Fajri dalam kesempatan tersebut turut menyoroti pentingnya edukasi publik terkait hak memperoleh informasi.
Menurutnya, keterbukaan informasi bukan hanya kewajiban badan publik, tetapi juga hak masyarakat yang harus dijaga bersama.
Diskusi yang dimoderatori oleh M. Nasir ini berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari para jurnalis yang hadir. Para peserta berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna memperkuat sinergi antara pemerintah, media, dan masyarakat dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik yang lebih baik.[]