• Jelajahi

    Copyright © Aceh Nasional News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Category 2

    Konflik Satwa di Pidie: Habitat Menyusut, Petani di Tangse Terluka Diserang Gajah

    5/26/26, Selasa, Mei 26, 2026 WIB Last Updated 2026-05-26T07:09:33Z



    PIDIE  — Konflik antara manusia dan satwa liar kembali terjadi di Kabupaten Pidie. Seorang petani, Rusli Husen (54), warga Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, dilaporkan terluka setelah diserang kawanan gajah liar di kawasan perkebunan setempat, Selasa (26/5/2026). Peristiwa ini semakin menegaskan urgensi pembenahan hulu lingkungan akibat maraknya pembalakan liar yang merusak habitat satwa.


    ​Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban saat ini telah dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) TCD Sigli untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Akibat kejadian tersebut, Rusli mengalami cedera di bagian dada dan masih menjalani perawatan sembari menunggu hasil pemeriksaan radiologi dari tim medis.


    ​Camat Tangse, Amamarullah, saat dikonfirmasi membenarkan insiden tersebut. Menurut dia, aktivitas gajah liar yang masuk ke area perkebunan dan permukiman warga dalam beberapa waktu terakhir kian meningkat dan memicu kecemasan mendalam bagi masyarakat setempat.


    ​"Kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para petani yang beraktivitas di kebun, untuk meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati terhadap potensi kemunculan kawanan gajah," ujar Amamarullah.


    ​Amamarullah menegaskan, konflik yang terus berulang ini tidak bisa dilepaskan dari kerusakan ekosistem di kawasan hulu. Maraknya aktivitas penebangan hutan secara liar (illegal logging) diduga kuat menjadi faktor utama yang mengganggu habitat alami mamalia besar tersebut.


    ​"Kerusakan hutan akibat penebangan liar membuat ruang jelajah gajah semakin menyusut. Ketika sumber makanan di dalam hutan habis, mereka terpaksa masuk ke wilayah domestik warga. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak," kata Amamarullah menjelaskan.


    ​Pihak otoritas kecamatan berharap ada langkah konkret dan ketegasan dari pemerintah pusat maupun daerah serta aparat penegak hukum untuk menertibkan pembalakan liar. Tanpa adanya upaya pemulihan dan menjaga kelestarian hutan, resolusi konflik jangka panjang antara manusia dan satwa liar sulit tercapai.


    ​Hingga berita ini diturunkan, masyarakat setempat diminta untuk tetap tenang namun waspada, serta segera melaporkan kepada aparat desa atau BKSDA jika kembali melihat pergerakan kawanan gajah di sekitar lingkungan mereka.


    Penulis: Moes@83

    Editor: Redaksi 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini