SIGLI – Panitia Pelaksana Lomba Pawai Gema Takbir Hari Raya Iduladha 1447 H/2026 M Kabupaten Pidie menggelar rapat teknis (technical meeting) bersama perwakilan peserta di Oproom Setdakab Pidie, Jumat (22/5/2026) pagi.
Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Pelaksana, H. Fazli, bersama Sekretaris Hasanuddin ini diikuti oleh 22 grup yang mewakili 20 kecamatan di seluruh Kabupaten Pidie.
H. Fazli menjelaskan, technical meeting tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi seluruh peserta terkait aturan main dan teknis pelaksanaan lomba di lapangan. Berbeda dari tahun lalu, selain menyepakati ketentuan umum, panitia tahun ini memberlakukan aturan baru yang cukup ketat.
"Tahun ini ada aturan baru terkait domisili. Seluruh peserta wajib berdomisili sesuai dengan KTP kecamatan yang mereka wakili," tegas H. Fazli.
Untuk rute pawai, panitia telah menetapkan jalur yang cukup panjang. Start akan dimulai dari gerbang Masjid Agung Al-Falah Sigli menuju Pendopo Wakil Bupati, lalu berputar kembali ke arah Masjid Baru Al-Falah. Selanjutnya, peserta melintasi Simpang Losmen Riza menuju jalan dua jalur Prof. A. Majid Ibrahim hingga Tugu Aneuk Mulieng.
Dari tugu tersebut, iring-iringan bergerak ke arah Beureunuen dengan titik putar di Polsek Mutiara Timur, kemudian kembali melalui rute yang sama menuju Simpang Tugu Aneuk Mulieng, Keuniree, SPBU Pulo Pisang, hingga persimpangan lampu merah kota, dan finish kembali di halaman Masjid Agung Al-Falah Sigli.
Untuk menjaga ketertiban, jarak keberangkatan antar-grup diatur dengan jeda waktu 3–5 menit. Barisan depan akan dikawal ketat oleh Patwal dan petugas Satpol PP/WH, sedangkan bagian belakang ditutup oleh Patwal Dinas Perhubungan. Jika tidak ada perubahan, pelepasan peserta akan dilakukan langsung oleh Bupati Pidie pada malam Iduladha pukul 20.15 WIB.
Pergelaran tahun ini dipastikan berlangsung kompetitif karena panitia menyediakan total hadiah uang pembinaan sebesar Rp85 juta plus trofi. Berikut rinciannya
Juara I: Rp20.000.000 + Trofi
Juara II: Rp17.000.000 + Trofi
Juara III: Rp15.000.000 + Trofi
Juara Favorit I: Rp10.000.000 + Trofi
Juara Favorit II: Rp8.000.000 + Trofi
Juara Favorit III: Rp6.000.000 + Trofi
Dekorasi Terfavorit I: Rp4.000.000 + Trofi
Dekorasi Terfavorit II: Rp3.000.000 + Trofi
Dekorasi Terfavorit III: Rp2.000.000 + Trofi
Ketentuan Kendaraan dan Kriteria Penilaian
Terkait armada, peserta diwajibkan menggunakan kendaraan terbuka minimal roda empat (jenis pick-up) hingga maksimal trado/colt, dengan tinggi dekorasi dibatasi maksimal 3,5 meter demi keselamatan di jalan raya. Setiap grup minimal beranggotakan enam orang dengan pakaian seragam yang sopan. Syarat lainnya, peserta bukan merupakan juara pertama pada perlombaan tahun sebelumnya.
Sementara itu, tim juri akan memberikan penilaian berdasarkan tiga aspek utama, yaitu:
Tajwid, fashahah, dan irama suara.
Dekorasi, keindahan, dan kreativitas armada.
Kekompakan dan keseragaman peserta.
Dukung Visi 'Pidie Meusyehu dan Meusyariat'
H. Fazli menambahkan, kegiatan syiar Islam ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung visi religius Kabupaten Pidie.
"Kegiatan ini terlaksana sesuai arahan Bupati dan Wakil Bupati bersama unsur Forkopimda, Sekda, serta masukan dari para kepala SKPK, dalam rangka mendukung visi ‘Pidie Meusyehu dan Meusyariat’," ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut menyukseskan dan meramaikan malam takbiran tersebut.
"Suksesnya kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan seluruh elemen masyarakat Pidie, baik yang di daerah maupun di perantauan. Mari kita saksikan bersama pergelaran megah bernuansa Islami ini," pungkas H. Fazli. (Moes83)
