Header Ads

Pemkab Asel dan Panglima Laot Dukung Rencana Kawasan Konservasi Perairan


Tapaktuan, Aceh Nasional News
Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), beserta Panglima Laot mendukung rencana lokasi pencadangan kawasan konservasi perairan kecamatan pesisir di daerah penghasil pala itu.

Dukungan Pemkab,  dan Panglima Laot itu disampaikan pada acara konsultasi publik indentifikasi potensi dan inisiasi pencadangan Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Kab. Aceh Selatan di Aula DKP setempat, Selasa (18/9/2018).

Rapat konsultasi publik dibuka oleh Kepala DKP Aceh Selatan Ir Teuku Masrul. Dihadiri Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang,  perwakilan Bappeda Aceh Selatan, dan Wilker Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Aceh Selatan.

Selain itu juga turut hadir Tim Pokja Fasilitasi Pengelolaan KKPD Aceh, Tapaktuan Diving Club (TDC), Pusat Kajian Satwa Liar (PKSL), PARI, HNSI Aceh Selatan, dan Pawang Laot se-Aceh Selatan. Acara dipandu (moderator) oleh Hadi Suhaima S.Pi M.Si (Kabid Perikanan Tangkap DKP Aceh Selatan).

Adapun hasil konsultasi publik, forum menyepakati calon kawasan konservasi perairan Aceh Selatan yang dicadangkan meliputi Kecamatan Labuhanhaji Barat, Labuhanhaji, Labuhanhaji Timur, Meukek, Sawang, dan Kecamatan Samadua.

Selanjutnya, Kecamatan Tapaktuan, Pasieraja, Kluet Utara, Kluet Selatan, Bakongan, Bakongan Timur,  Trumon Tengah, dan Trumon. Seluruh kecamatan tersebut merupakan daerah yang terletak di kawasan  pesisir  Aceh Selatan.

Forum juga menyepakati Peta Calon Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Aceh Selatan direkomendasikan 0 sampai dengan 4 mil, mencakup area mangrove, terumbu karang, pantai peneluran penyu, pantai Pulau Dua dan Pulau Gosong Mangki.

Kepala DKP Aceh Selatan Ir Teuku Masrul menyebutkan,  pemkab dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan, beserta Panglima Laot siap mendukung percepatan rencana kawasan konservasi perairan di kecamatan - kecamatan pesisir Aceh Selatan.

"Tujuannya untuk kemaslahatan nelayan kita di masa yang akan datang. Untuk itu pemkab siap membantu supaya cepatnya terwujud  penetapan kawasan konservasi perairan ini," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendayagunaan dan Pelestarian BPSPL KKP Padang, Suwardi ST M.Si seusai acara kepada KBBAceh.Com mengatakan,  hasil identifikasi dan verifikasi calon lokasi menunjukan beberapa lokasi habitat terumbu karang terjadi kerusakan.

"Ada  juga terumbu karang  yang sudah mulai pemulihan kondisi. Lokasi - lokasi ini yang diusulkan masuk  kawasan konservasi dan telah disepakati oleh peserta yang mayoritas dari Panglima Laot," ujarnya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.