Header Ads

Pembinaan Keluarga Meuadab dan Adat Perkawinan untuk Mencapai Generasi Aceh Hebat


Banda Aceh – ANN

Sebanyak 46 peserta yang terdiri atas Ketua MAA dan Ketua Bidang Putroe Phang dari seluruh MAA Kabupaten/Kota yang ada di dalam Provinsi Aceh mengikuti Pembukaan pembinaan keluarga Meuadab dan Adat Perkawinan (Selasa, 11 Februari 2020). Acara yang berlangsung selama dua hari penuh di Aula Grand Nanggroe Aceh dibuka langsung oleh Plt. Ketua MAA Bapak Prof.DR.H. Farid Wajdi Ibrahim, MA.
Acara yang mengangkat tema “melalui pembinaan keluarga meuadab dan adat perkawinan kita capai generasi aceh bermartabat untuk aceh hebat” dengan harapan sesuai dengan visi dan misi Gubernur Aceh untuk menjadikan Aceh Hebat, hebat dalam hal adat tentunya “adat bak poe teumereuhom, hukum bak syiah kuala, qanun bak putroe phang, reusam bak laksamana”.
Dalam pembukaannya Plt Ketua MAA menceritakan kehebatan bangsa Aceh sebagai penakluk pada masanya, layaknya Amerika saat ini. Sehingga pada masa tersebut, Aceh didatangi oleh banyak negara. Aceh bermartabat bermakna harga diri orang aceh yang tinggi. Martabat bagian dari ajaran islam, martabat adalah adab.
Acara hari pertama diisi oleh empat orang narasumber yaitu Prof.Dr.H. Farid Wajdi Ibrahim,MA yang menjelaskan tentang nilai-nilai adat Aceh dalam kehidupan keluarga, Laili Suhairi,S.Pd,M.Si tentang penguatan penerapan dan pengenalan makanan tradisional aceh dalam kehidupan keluarga, Prof.H.Yusni Saby,MA,Phd tentang pembinaan etos kerja anak dalam kehidupan keluarga dan masyarakat, dan Dra. Raihan Putri Ali Muhammad tentang penguatan peran Ibu dalam pembinaan watak dan akhlak anak.
Hari kedua dilanjutkan fasilitasi pemetaan issue-isue utama terkait keluarga meuadab dan pengembangan strategi pembinaan keluarga meuadab pada tingkat komunitas oleh Sanusi M. Syarif,SE,M.Phil dan Syarifah Rahmatillah,SH.
(R)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.