Header Ads

Judul Iklan

Bunda PAUD Aceh: PAUD HI Kerja Kolaborasi Dari Masyarakat Sektoral


Bunda PAUD Aceh, Dyah Erti Idawati, menyampaikan materi saat menjadi pemateri pada Pembinaan Bunda PAUD Se-Kabupaten Aceh Tamiang dalam rangka pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif (HI), di Aula Kantor Bupati Aceh Tamiang, Selasa (24/8/2021).

 

Kuala Simpang –ANN.co.id

 Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Aceh Dyah Erti Idawati, mengatakan dalam penerapan PAUD Holistik Integratif (HI) atau layanan menyeluruh kepada anak usia dini, diperlukan kerja kolaborasi mulai dari masyarakat hingga sektoral untuk mengoptimalkan semua aspek pengembangan anak secara terpadu.

Pernyataan itu disampaikan Dyah saat menjadi pemateri dalam Pembinaan Bunda PAUD Se-Kabupaten Aceh Tamiang dalam rangka pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif (HI), di Aula Kantor Bupati Aceh Tamiang, Selasa (24/8/2021).

“Tujuan dari PAUD Holistik Integratif adalah untuk mewujudkan anak Aceh yang sehat, cerdas, serta hidup dengan aman dan tentram,” kata Dyah.

Dyah menuturkan, terdapat lima bidang layanan anak usia dini yang diatur dalam PAUD HI yaitu layanan pendidikan, layanan perawatan, layanan kesehatan dan gizi, layanan kesejahteraan, serta layanan perlindungan.

“Kelima layanan itu semua harus tergabung dalam PAUD HI, yang mana itu melibatkan berbagai sektor mulai pendidikan, kesehatan dan bahkan aparatur keamanan juga,” kata Dyah.

Ia mengatakan, kelima layanan itu harus diberikan secara menyeluruh (holistik) dan tidak bisa terpisahkan. Seperti, kesehatan dan gizi anak juga harus di perhatikan jika hal itu luput, maka akan berdampak kepada rendahnya kondisi kesehatan anak, bahkan juga akan berdampak akan terjadinya stunting pada anak.

“Jika anak kita stunting pastinya akan berimbas pada kepintaran anak, tentunya hal itu tidak kita inginkan terjadi di anak kita, jadi para Bunda PAUD harus lebih pro aktif untuk kampanyekan kepada masyarakat khususnya ibu hamil dan ibu menyusui agar lebih memperhatikan asupan makanan, supaya mencukupi gizi hariannya untuk melahirkan generasi yang berkualitas,” ujarnya.

Selain itu, sistem pola asuh yang diterapkan orang tua yang tidak tepat juga akan berpengaruh pada perkembangan sosial-emosional anak kelak, mengingat bahwa orang tua adalah pendidik yang pertama dan utama bagi anak.

Kemudian, untuk perlindungan anak juga dibutuhkan keterlibatan pengawasan dari semua pihak, baik itu masyarakat hingga aparat keamanan TNI dan Polri. Agar anak-anak bisa tumbuh dan berkembang dilingkungan yang ramah dan terhindar dari segala bentuk kekerasan.

Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Aceh Tamiang Rita Syntia, berharap penerapan PAUD HI di Aceh Tamiang semakin berkembang, dan akan memberikan dampak yang baik bagi generasi. “Kita harap seluruh PAUD bisa menerapkannya di kurikulum,” ujarnya.

Turut hadir Bupati Aceh Tamiang H. Mursil, dan Ketua Bhayangkari Aceh Tamiang.

Pertemuan itu menerapkan protokol kesehatan ketat, yakni memakai masker dan menjaga jarak.[]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.