Berdasarkan laporan Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Pidie, kebakaran diduga dipicu oleh sisa pembakaran sampah yang tidak dipadamkan secara sempurna hingga akhirnya merambat dan membesar.
Warga sekitar yang melihat kobaran api yang sudah membesar segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Sebanyak tiga unit armada damkar dari Pos Padang Tiji dan Mako langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman.
Pemilik rumah diketahui bernama Abd Radi (62), seorang petani warga Desa Cot Paloh. Sementara warung yang turut terbakar milik Mukhlis (32), juga berprofesi sebagai petani.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.10 WIB setelah petugas melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi kejadian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun seluruh bangunan beserta isinya hangus terbakar dengan tingkat kerusakan mencapai 100 persen.
Total kerugian material diperkirakan mencapai Rp50 juta, dengan rincian rumah sekitar Rp30 juta dan warung Rp20 juta.
Pihak BPBD Kabupaten Pidie turut melakukan pendataan serta pelaporan pascakejadian. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati, khususnya saat melakukan pembakaran sampah, guna mencegah terjadinya kebakaran serupa.
Nasruddin, Skm. MSiKabid Darlog damkar dan penyelamatan Kabupten Pidie menghimbau ke pada masyarakat
Musibah ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di lingkungan dengan bangunan berbahan mudah terbakar pungkasnya.( Moes@83)
