Header Ads

BEM FH UNIMAL : audiensi dengan KPK terkait indikasi kasus korupsi di Aceh, khususnya Lhokseumawe Dan Aceh Utara


Lhokseumawe - ANN
BEM FH universitas Malikussaleh melakukan audiensi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK)
BEM FH UNIMAL yang ikut serta dalam audiensi tersebut adalah Muhammad Fadli (ketua BEM),arie Prayoga (Sekjend BEM),dan Muhammad Willy (Kabid aspirasi mahasiswa)
Perwakilan BEM FH UNIMAL tersebut disambut langsung oleh Juru bicara (Jubir) KPK Febri Diansyah S.H dan pegawai KPK lainnya

Muhammad Fadli ketua BEM FH UNIMAL menyampaikan kepada media bahwasanya tujuan kami untuk audiensi dengan KPK adalah untuk menyampaikan langsung berbagai indikasi kasus korupsi yg ada di Aceh
Aceh dengan gelontoran dana Otsus yang luar biasa namun masih menduduki posisi Daerah termiskin Se pulau Sumatra
Tentunya ada manajemen keuangan yang salah disini

Kami ingin KPK dengan wewenang pencegahan dan penindakan bisa lebih memonitoring provinsi Aceh
Agar masyarakat Aceh bisa terlepas dari kemiskinan dan bisa hidup lebih sejahtera kedepannya ketika tikus-tikus berdasi ini bisa dimusnahkan

Tadi kami juga menyampaikan yang paling urgensi adalah terkait kabupaten Aceh Utara dan kota Lhokseumawe
Dimana kedua kabupaten dan kota ini saling kejar-kejaran sebagai kabupaten/kota termiskin se provinsi Aceh
Pertumbuhan ekonomi masyarakat nya stagnan,tidak ada perubahan yang signifikan

Apalagi kota Lhokseumawe yang masih hangat dengan korupsi pengadaan sapi yang masif,yang telah terjerat Beberapa pejabat di dalamnya

Kemudian juga terkait pembatalan Tender rumah dhuafa oleh pemerintah provinsi Aceh dan terkait pengadaan mobil dinas yang nominalnya sampai 100 Milyar
Tadi mas Febri jubir KPK saja sampai terkejut dengan pengadaan mobil dinas yang sampai 100 milyar jumlahnya
Padahal yang lebih urgensi adalah pembangunan rumah dhuafa,bukan pengadaan mobil dinas tutur Muhammad Fadli

Kemudian kami juga menyampaikan kasus dugaan korupsi uang untuk Kombatan gam sejumlah 650 milyar yang kasus nya stagnan di Kejati Aceh sampai saat ini

Alhamdulillah tadi respon KPK sangat baik
KPK akan segera menyikapi dan menindak lanjuti apa saja laporan-laporan yang kami sampaikan tadi

Kita lihat kedepan nya jika ada pejabat yang berbuat salah mungkin dia akan memakai rompi termahal yang akan diberikan oleh KPK
Pejabat Aceh yang jahat dan menyengsarakan Rakyatnya dengan cara korupsi selama ini berhati-hatilah
Karna kita semua tidak tau kapan KPK akan turun ke lapangan

Kita semua harus mendukung segala tindakan KPK atas nama kebenaran
Karna korupsi adalah musuh kita bersama tutup Muhammad Fadli selaku ketua BEM FH universitas Malikussaleh

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.